SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama momen Hari Raya Idul Adha, permintaan akan arang bakar di Kabupaten Ngawi melonjak drastis lantaran aktivitas memasak daging kurban yang juga cukup tinggi.
Tentu saja, momen Idul Adha tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para penjual arang bakar. Kondisi ini seperti yang dirasakan Suparmi salah satu pedagang arang bakar yang ada di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren.
Baca juga: Lumajang Gelar Pelatihan Pemasaran Digitalisasi untuk UMKM Tingkat Desa Bisa Naik Kelas
Suparmi mengaku berjualan arang bakar sejak tahun 1980, ia tetap menjadikan arang sebagai sumber pencahariannya. arang bakar itu ia dapatkan dari wilayah Kecamatan Karanganyar.
Dirinya mengaku jika permintaan arang meningkat drastis. Jika pada hari biasa hanya menjual antara 10 hingga 15 kantong, saat ini bisa mencapai 300 hingga 500 kantong.
Baca juga: Mbak Wali Buka Sosialisasi Fasilitasi Hak Merek 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
“Permintaan arang meningkat drastis, biasanya 10 hingga 15 kantong, sekarang bisa 300 sampai 500 kantong,” kata Suparmi, Rabu (11/06/2026).
Lebih lanjut, menurutnya harga per kantong juga cukup bervariasi, tergantung jenis kayu yang dibuat arang. untuk biasa jenis kayu sono, secang dan, mahoni di harga Rp 5.000 hingga Rp 8.000 per kantong, sedangkan untuk yang bagus yakni dari kayu sambi di harga Rp 10.000 per kantong.
Baca juga: Harga Minyak Melambung Tinggi, Sentra Perajin Tahu di Jombang Ikut Meringis
“Harga bervariasi tergantung jenis kayu, mulai Rp 5.000 sampai Rp 10.000,” kata Suparmi. ng-01/dsy
Editor : Desy Ayu