Ning Ita Tinjau Pelatihan Berbasis Kompetensi: Dorong SDM Unggul dan Kurangi TPT

Reporter : Dwi Agus Susanti
Wali kota Mojokerto Ning ita saat meninjau pelatihan berbasis kompetensi. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, bersama Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi meninjau langsung pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap 1 Tahun 2025 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Kamis (12/6). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus menurunkan angka pengangguran terbuka.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Tekankan Musrenbang Kelurahan sebagai Arah Pemanfaatan Anggaran

Sebanyak 80 peserta usia produktif mengikuti pelatihan ini. Mereka terbagi ke dalam lima kelas pelatihan, masing-masing berjumlah 16 orang. 

Adapun jenis pelatihan yang diselenggarakan meliputi Desain Grafis, Tata Boga, Tata Kecantikan Rambut, Tata Rias Pengantin Muslim Modifikasi, serta Menjahit Pakaian dengan Mesin.

Dalam kunjungannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menyapa langsung para peserta dan memberikan motivasi agar mereka serius menjalani pelatihan. 

Baca juga: 1.116 PPPK Paruh Waktu Kota Mojokerto Ikuti Pembekalan Tahun 2026

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah konkret untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Pemerintah hadir untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas dan kompetitif. Melalui pelatihan ini, saya berharap para peserta bisa memiliki keterampilan yang bisa langsung dimanfaatkan untuk bekerja ataupun membuka usaha sendiri,” tutur Ning Ita.

Ia juga menambahkan, pelatihan ini bukan hanya tentang memberikan ilmu, tetapi juga tentang membuka peluang hidup yang lebih baik bagi masyarakat. 

Baca juga: Musrenbang Kelurahan Gununggedangan, Peningkatan Daya Saing Sektor Unggulan Ekonomi jadi Atensi Wali Kota

“Jika mereka lulus uji kompetensi dan mendapatkan sertifikasi, maka peluang mereka untuk masuk ke dunia kerja atau menjadi pelaku usaha akan jauh lebih besar. Ini adalah bentuk investasi jangka panjang bagi pembangunan kota kita,” tambahnya.

Pelatihan berbasis kompetensi ini turut mendukung terwujudnya Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan. 

Pelatihan ini juga diarahkan untuk menekan angka pengangguran terbuka, yang pada tahun 2024 tercatat masih sebesar 3,76%. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru