Pemkab Pamekasan Serahkan Bantuan Jamsostek ke 500 Nelayan

surabayapagi.com
Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan di Pendopo Ronggosukowati. SP/ PMK

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur memberikan bantuan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) kepada 500 nelayan sebagai upaya untuk melindungi para pekerja rentan di wilayah itu yang belum mengikuti program perlindungan keselamatan kerja.

Program bantuan Jamsostek oleh Pemkab Pamekasan kepada para nelayan mengikutsertakan mereka pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan [enyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukriyanto. Para nelayan tersebut akan mendapatkan perlindungan JKK dan JKM.

Baca juga: Selama Ramadhan, Pemkab Pamekasan Gelar Pasar Murah Bergilir di 13 Kecamatan

"Program ini juga merupakan bentuk kepedulian Pemkab Pamekasan kepada para nelayan dan berupaya membantu mereka dalam meningkatkan kesejahteraan," kata Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto, Jumat (13/06/2025).

Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Pamekasan ini menuturkan, total jumlah nelayan yang ada di kabupaten itu sebanyak 10.512 orang, tersebar di enam kecamatan pesisir, yakni dua kecamatan di wilayah utara Pamekasan dan empat kecamatan di wilayah selatan.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Fasilitasi Program pinjaman Modal Usaha Bunga Rendah ke Pelaku UMKM

"Tapi, dari jumlah sebanyak 10.512 orang ini, baru 500 orang yang bisa kami bantu mendapatkan Jamsostek dengan mengikutsertakan mereka dalam BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Jumlah peserta ini terbagi dalam tiga kelompok, yakni pertama, pekerja informal atau pekerja mandiri bukan penerima upah. Jumlahnya 5 persen atau sekitar 8 ribu orang.

Baca juga: Komitmen Perbaiki DTSEN, Pemkab Pamekasan Salurkan Bansos Tepat Sasaran di 13 Kecamatan

Kedua, penerima upah atau orang yang bekerja di bawah instansi atau lembaga sebesar 53,9 persen atau sekitar 41 ribu penduduk. Ketiga, pekerja konstruksi 23,5 persen atau sekitar 7 ribu orang.

"Karena itu, kami terus mendorong kepada mereka yang belum tercakup program Jamsostek ini agar bisa ikut program, karena ini untuk kepentingan mereka sendiri, yakni mendapatkan perlindungan jaminan keselamatan kerja," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan Anita Ardhiana. pm-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru