SURABAYAPAGI, Sumenep- Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, saat membuka Festival Hadrah dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Selasa malam di Lapangan Sepakat, Kecamatan Lenteng kabupaten Sumenep.
Dalam sambutannya, Wabup menekankan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kesenian hadrah agar tidak terkikis dan musna oleh arus modernisasi masakini. Ia menilai, hadrah bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sarana pembentukan karakter dan penguat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Sumenep sejak jaman dahulu khususnya generasi muda.harapan pemerintah budaya Hadrah harus di lestarikan ,tuturnya.
Baca juga: Hidupkan Ekonomi Warga, Pemkab Sumenep Bentuk Tim Khusus Pembinaan Koperasi
“Festival hadrah bukan sekadar ajang hiburan, tapi momentum membangun identitas budaya yang kuat dan berakar dari tradisi keislaman masyarakat Sumenep,” ujar KH. Imam Hasyim.
Hadrah, sebagai bentuk ekspresi spiritual, telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumenep. Melalui tabuhan rebana dan lantunan shalawat, tradisi ini mengandung nilai-nilai religius, kebersamaan, dan kedamaian. Oleh sebab itu, Wabup menegaskan bahwa melestarikan hadrah adalah bagian dari menjaga jati diri masyarakat Madura.
Baca juga: Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berpakaian Santri di Hari Santri Nasional
Dirinya juga mengapresiasi antusiasme warga, terutama dari kalangan muda, yang tetap menunjukkan kecintaan pada seni tradisional ini. “Minat generasi muda terhadap hadrah patut didukung. Ini langkah awal untuk membina karakter, memperkuat toleransi, serta membangun semangat gotong royong ,menjaga persatuan dan kesatuan jelasnya.
Festival Hadrah ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah dalam pelestarian budaya. Selain itu, acara juga dirangkaikan dengan pameran puluhan UMKM lokal, guna meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis potensi daerah.
Baca juga: Fokus Perbaiki Sekolah Rusak, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp7,7 Miliar
Sementara itu, Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, menyebutkan bahwa festival ini diikuti oleh 50 kelompok hadrah dari berbagai desa di seluruh Kabupaten Sumenep. Mereka berkompetisi memperebutkan Piala Bupati Sumenep dalam acara yang digelar selama 12 hari, dari 10 hingga 21 Juni 2025.
Festival Hadrah ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui simbolisasi, tapi harus ditopang oleh kebijakan aktif dan kolaborasi antargenerasi. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi magnet budaya di Madura.ar
Editor : Redaksi