Hidupkan Ekonomi Warga, Pemkab Sumenep Bentuk Tim Khusus Pembinaan Koperasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan rapat anggota tahunan salah satu koperasi di Kabupaten Sumenep. SP/ SMP
Kegiatan rapat anggota tahunan salah satu koperasi di Kabupaten Sumenep. SP/ SMP

i

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Dalam rangka menghidupkan kembali sebagian jenis usaha setempat yang kini sudah tidak aktif lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, berkomitmen dengan membentuk tim khusus pembinaan koperasi. Dan diketahui, untuk penyebab banyaknya koperasi di Kabupaten Sumenep tidak aktif, karena komitmen dan kompetensi pengurus yang kurang memadai.

Menurut Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menegah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep Hairil Iskandar, manajemen tata kelola dalam sistem pelaporan dan pengelolaan keuangan menjadi kendala, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kompetensi Pengurus Koperasi.

"Ini kami lakukan, karena di Sumenep ini banyak koperasi yang sudah aktif. Padahal peran lembaga keuangan ini sangat penting dalam menghidupkan ekonomi masyarakat yang menjadi anggota koperasi tersebut," jelasnya, Kamis (12/02/2026).

Selain itu, kegiatan koperasi masuk kategori tidak aktif, karena tidak lagi melakukan rapat anggota tahunan (RAT) selama tiga tahun berturut-turut. Dan sesuai dengan ketentuan, bagi koperasi yang sudah tidak aktif, maka dapat diusulkan kepada Kementerian Koperasi Republik Indonesia untuk dibubarkan.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, total jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Sumenep sebanyak 1.565 koperasi, yang tersebar di 27 kecamatan di daratan dan kepulauan. Hanya saja, sambung dia, dari jumlah tersebut, sebanyak 774 koperasi berstatus aktif, sedangkan 791 koperasi lainnya, tidak aktif.

Akan tetapi, sambung dia, Pemkab Sumenep masih berupaya untuk memberikan arahan dan pembinaan agar 791 koperasi itu bisa aktif lagi. Karena itu, Pemkab Sumenep melalui dinas koperasi lalu membentuk tim khusus guna melakukan pembinaan dan pendidikan langsung kepada para pengurus koperasi yang tidak aktif itu.

"Selain untuk koperasi yang tidak aktif, tim khusus yang kami bentuk ini mulai bertugas melakukan pendampingan peningkatan kompetensi untuk para pengurus Koperasi Merah Putih yang ada di Sumenep ini," katanya. sm-03/dsy

Berita Terbaru

Kemlu Tunda Umrah, AMPHURI Bolehkan Travel Umrah

Kemlu Tunda Umrah, AMPHURI Bolehkan Travel Umrah

Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masalah keberangkatan umrah ramadan yang tinggal dua pekan, masih simpang siur. Ketua Umum DPP AMPHURI, Firman M Nur mengatakan…

Saat Konflik AS-Israel VS Iran, Umrah Mandiri Risiko Tanpa Perlindungan Hukum

Saat Konflik AS-Israel VS Iran, Umrah Mandiri Risiko Tanpa Perlindungan Hukum

Kamis, 05 Mar 2026 19:45 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kondisi saat ini banyak jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi dan belum dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal…

Kemendagri Beri Tip Kepala Daerah tak Punya Latar Belakang Pemerintahan

Kemendagri Beri Tip Kepala Daerah tak Punya Latar Belakang Pemerintahan

Kamis, 05 Mar 2026 19:44 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan tanggung jawab tersebut harus dipahami sejak awal saat seseorang…

KPK Nyatakan Modus Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Rumit

KPK Nyatakan Modus Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Rumit

Kamis, 05 Mar 2026 19:42 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:42 WIB

Ditemukan Konflik Kepentingan Bupati, Suami dan Anak Dalam Proyek Senilai Rp 46 miliar   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) …

Pekerja Migran Sumbang Rp 253 Triliun Diusik DPR-RI

Pekerja Migran Sumbang Rp 253 Triliun Diusik DPR-RI

Kamis, 05 Mar 2026 19:15 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Rieke Diah Pitaloka, ungkap para pekerja…

Setan Jin dan "Setan Manusia"

Setan Jin dan "Setan Manusia"

Kamis, 05 Mar 2026 19:14 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ramadhan kita sering dengar narasi setan dikerangkeng. Narasi "setan dikerangkeng" saat Ramadan merujuk pada hadis sahih…