Hindari Kemacetan, Kemenag Pamekasan Siapkan 6 Titik Penjemputan Jamaah Haji

surabayapagi.com
Jamaah haji asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur di Masjid Agung As-Syuhada. SP/ PMK

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Momentum penjemputan kedatangan jamaahn haji, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, telah menyiapkan enam titik lokasi penjemputan tersebut untuk menghindari adanya kemacetan di pusat kota karena di lakukan secara menyebar.

"Sesuai jadwal, kedatangan jamaah haji Pamekasan pada 19 Juni 2025, yakni jamaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang 27," jelas Kepala Kemenag Pamekasan Mawardi, Selasa (17/06/2025).

Baca juga: Seusai Operasional Haji, 40 Jemaah Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi

Sementara itu, diketahui untuk enam lokasi penjemputan jamaah haji tersebut diantaranya, Masjid Agung As-Syuhada, lapangan Pondok Pesantren Banyuanyar Timur, Pondok Pesantren Al-Khairat, lapangan Pondok Pesantren Banyuanyar Barat, dan lapangan Pondok Pesantren At-Tauhid, Panempan, Pamekasan.
Lebuh lanjut, untuk penjemputan kedatangan jamaah haji pertama ini dilakukan langsung oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan di Masjid Agung As-Suhada, Pamekasan.

"Setelah itu, rombongan akan diarahkan ke titik lokasi penjemputan sebagaimana telah ditetapkan oleh panitia," katanya.

Kedatangan jamaah haji berikutnya adalah jamaah yang tergabung dalam Kloter 28, yakni pada 20 Juni 2025 sekitar pukul 06.30 WIB. Kemudian Kloter 29 dan 95 pada hari yang sama, yakni pukul 12.30 WIB.

Baca juga: Operasional Haji 1446 H Sukses, Menag: Saatnya Estafet ke Badan Penyelenggara Haji

Sebagai informasi, jumlah warga asal Kabupaten Pamekasan yang menunaikan ibadah haji pada musim haji 2025 ini sebanyak 1.049 orang, sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Jamaah itu terbagi dalam lima kelompok terbang, yakni Kloter 27, 28, 29, 49, dan 95.Dari total 1.049 orang itu, empat orang di antaranya meninggal dunia saat menjalan ibadah haji, yakni Maridah Rabbisin Asdin (85), Hasiyah Binti Habidin (85), Moetia Binti Kacel (89), dan Usman Hadji Fajari (52).

Baca juga: Dedikasi Sang Ketua Kloter: Melayani dalam Ibadah haji

Maridah Rabbisin Asdin warga asal Desa Tambak, tergabung di KBIH As-Syarifain dan meninggal pada 3 Juni 2025, Hasiyah Binti Habidin warga Desa Palengaan Daja, meninggal pada 6 Juni 2025 tergabung di KBIH Al-Miftah.

Kemudian Moetia binti Moh Kacel, asal Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, tergabung di KBIH Al-Khairat dan meninggal pada 12 Juni 2025, Usman Hadji Fajari (52) warga Desa Nyalabu Laok, Pamekasan yang tergabung dalam Kloter 27 dari KBIH Nurul Hikmah meninggal pada 13 Juni 2025. pm-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru