OJK, Sarankan Jelang Pensiun Jangan FOMO

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun edukasi keuangannya @sikapiuangmu membagikan strategi untuk mempersiapkan program pensiun sejak dini agar tidak terganggu oleh gaya hidup.

Dalam postingannya, OJK memberitahukan masyarakat perlu menyadari terlebih dahulu bahwa terdapat sejumlah gangguan yang bisa menyebabkan kita tidak memiliki tabungan di masa tua.

Baca juga: Kejahatan di Pasar Modal, "Goreng Saham" dan Lifestyle

Pertama, FOMO gaya hidup atau selalu mengikuti tren gaya hidup yang terlihat di media sosial. Dalam hal ini pasalnya kita perlu melihat apakah kondisi keuangan kita memang benar bisa mengikuti gaya hidup yang ingin kita ikuti. Jangan sampai malah gaya hidup ini menyebabkan kita punya banyak utang.

Kedua, belanja impulsif karena adanya tawaran diskon yang hanya terjadi hari ini. Padahal barang yang didiskon tidak sedang kita butuhkan.

Ketiga, over consumption buat self-reward. Dalam hal ini kita perlu menyadari bahwa terlalu sering atau berlebihan membeli barang atau pengalaman sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri tidak terlalu baik. Hal ini bisa, berdampak negatif pada keuangan pribadi.

Baca juga: Praktik Manipulasi Rp 14,5 Triliun Ditangani OJK-Bareskrim

Keempat, panic buying karena takut inflasi. Kondisi ini harus benar-benar diperhatikan sesuai dengan kebutuhan. Artinya, jangan asal beli jika tidak dibutuhkan.

"Semua ini bikin kita mikir pendek, dan akhirnya tabungan untuk pensiun selalu 'nanti-nanti' aja," ungkap unggahan @sikapiuangmu dikuitp, Minggu (6/7/2025).

Baca juga: OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

Dalam unggahan tersebut, OJK memberikan tips mau membedakan kebutuhan dengan keinginan. Apalagi terlalu sering mengikuti tren. Ini bisa mengganggu rencana keuangan jangka panjang.

Dengan menyiapkan tabung untuk pensiun, orang bisa menikmati pensiun dini tanpa utang, hidup cukup tanpa bergantung pada anak. Dam bisa traveling tanpa memikirkan tagihan. n ec/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru