Panduan sebelum dan Cara Miliki Asuransi Jiwa dan Kesehatan

surabayapagi.com
Ilustrasi asuransi.

SURABAYA PAGI, Jakarta- Kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil, menyebabkan pertumbuhan ekonomi global semakin melambat. Bahkan banyak ahli ekonomi dan keuangan memperkirakan dunia akan mengalami resesi global di masa mendatang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, tentunya kamu harus mempersiapkan perlindungan finansial untuk mengantisipasi keterpurukan ekonomi yang berimbas pada kehidupan yang mungkin saja terjadi di masa depan.

Salah satu cara yang efektif untuk menghadapi keadaan ini adalah dengan memiliki instrumen perlindungan diri seperti asuransi. Sayangnya, masih banyak anggota masyarakat yang memiliki pemahaman yang salah mengenai asuransi.

Pemahaman Keliru Tentang Asuransi
Masih banyak pemahaman yang salah terkait dengan asuransi di kalangan masyarakat. Beberapa kesalahan tersebut antara lain:

1.Yang Penting Memiliki Asuransi
Salah satu pemahaman yang salah terkait asuransi yang umum terjadi di masyarakat ialah mengikuti tren memiliki asuransi tanpa memahami manfaat yang akan didapatkan. Banyak yang berpikir sekadar memiliki asuransi sudah cukup.

Namun, setiap individu perlu memilih jenis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, setelah memahami manfaat Polis yang ada, penting untuk melakukan evaluasi secara berkala. Kebutuhan manusia dapat berubah seiring waktu, dan setiap orang memiliki prioritas serta kebutuhan yang berbeda.

2.Asuransi bukanlah alat untuk menabung atau berinvestasi
Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa asuransi berfungsi sebagai tabungan atau investasi. Padahal, esensi dari asuransi adalah memberikan perlindungan untuk mengurangi risiko kerugian yang dapat berdampak fatal pada keuangan di masa depan.

Perlindungan ini diperoleh melalui premi yang harus dibayar oleh setiap pemegang Polis sesuai dengan ketentuan yang ada.

3.Kurangnya pemahaman tentang jenis dan cakupan Polis asuransi
Asuransi kesehatan berbeda dari asuransi jiwa, sehingga sebelum memilih produk asuransi, penting untuk memahami dengan baik fungsi dan jenisnya. Jika kamu sudah memiliki asuransi melalui tempat kerja, sangat penting untuk mengetahui manfaat atau cakupan Polis yang kamu miliki.

Jika kemudian kamu berencana untuk membeli produk asuransi secara pribadi, pastikan tidak ada tumpang tindih Polis agar biaya yang dikeluarkan dapat dioptimalkan, serta manfaatnya terasa maksimal.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Selama Memiliki Asuransi
Selain itu, ada beberapa perkara yang perlu kamu perhatikan dengan seksama sebelum dan saat memiliki asuransi, yaitu:

- Memahami manfaat dan pengecualian dalam Polis, pelajari secara seksama manfaat apa saja yang akan kamu dapatkan dari asuransi tersebut, sehingga tidak ada salah paham.

- Mengisi SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) secara jujur, dalam tahap ini sebaiknya kamu mengisi formulir SPAJ dengan benar, karena ini terkait dengan klaim asuransi jika tidak mengisi dengan jujur.

- Hindari sembarangan membeli asuransi tambahan atau rider, sebaiknya pelajari dahulu terkait beberapa jenis asuransi atau asuransi tambahan, tentunya hal ini agar kamu bisa memaksimalkan manfaat asuransi.

- Menetapkan tertanggung di Polis dengan informasi yang akurat, dengan memberikan informasi yang benar dan tepat, tentunya membuat

- Perusahaan Asuransi dapat menganalisa apakah permohonan asuransi kamu bisa dikabulkan.

- Pastikan pembayaran premi tidak terhambat karena dapat menyebabkan Polis menjadi tidak aktif. Hal ini merupakan hal yang sangat penting, karena pembayaran premi tepat waktu menjadi kewajiban yang harus kamu lakukan.

- Melakukan evaluasi terhadap kebutuhan secara rutin agar asuransi tetap relevan dan sesuai kebutuhan.

Kamu bisa melihat kebutuhan kamu dari sebuah asuransi. Karena setiap tahapan kehidupan membutuhkan asuransi yang berbeda.

Proses Pendaftaran Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Dalam mendaftar untuk asuransi jiwa atau kesehatan, terdapat beberapa langkah yang perlu diikuti. Proses ini meliputi konsultasi dengan agen asuransi dan pengisian SPAJ. Oleh karena itu, penting bagi untuk memahami cara pendaftaran asuransi.

Hal ini agar tidak merasa dirugikan di kemudian hari serta melakukan penelitian tentang produk asuransi dari berbagai perusahaan untuk menemukan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Berikut langkah pendaftaran asuransi jiwa dan kesehatan, diantaranya adalah:

1.Menghubungi Agen Asuransi
Setelah membandingkan beberapa perusahaan asuransi dan menemukan pilihan terbaik, langkah selanjutnya adalah menghubungi agen asuransi yang relevan. Kamu dapat melakukan ini baik secara daring maupun luring.

Langkah ini dilakukan agar kamu dapat lebih mudah menentukan produk asuransi yang tepat. Di tahap ini, Kamu juga memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara rinci tentang manfaat dan polis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

2.Jangan Terburu-buru dan Diskusikan
Meskipun sudah mendapatkan gambaran yang jelas, penting untuk tidak terburu-buru membuat keputusan. Kamu dapat terus melakukan penelitian lebih lanjut dan berbincang dengan agen asuransi mengenai perlindungan yang ingin kamu ambil.

3.Mengisi SPAJ atau SPAK
Setelah membaca ilustrasi asuransi secara seksama dan setuju dengan syarat-syarat yang ada, akan menerima SPAJ (Surat Permintaan Asuransi Jiwa) atau SPAK (Surat Permintaan Asuransi Kesehatan).

Dokumen SPAJ dan SPAK ini mengandung informasi penting dan detail mengenai identitas calon nasabah.

Di tahap ini, biasanya perusahaan asuransi juga akan meminta beberapa dokumen tambahan, seperti hasil medical check-up, untuk mengevaluasi kondisi kesehatan calon nasabah dan menentukan besaran manfaat pertanggungan yang akan diterima.

Jadilah jujur saat mengisi formulir SPAJ atau SPAK ini. Hal ini penting agar kamu bisa memaksimalkan manfaat dari asuransi yang diperoleh. Selain itu, informasi yang tercantum dalam SPAJ ini menjadi dasar yang menentukan apakah aplikasi calon nasabah akan disetujui maupun ditolak oleh perusahaan asuransi.
Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah ketika calon nasabah tidak sepenuhnya jujur dalam memberikan informasi tentang riwayat kesehatan saat mengisi formulir tersebut. Ini menyebabkan perusahaan asuransi bisa menolak klaim jika ada kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Setelah melengkapi SPAJ atau SPAK, tim underwriting dari pihak asuransi akan mengevaluasi keadaan kesehatan. Kamu mungkin diminta untuk menunggu dalam jangka waktu yang ditentukan, yang dapat mencapai antara satu hingga dua minggu.

4.Keputusan dari Proses Seleksi Underwriting
Setelah tahapan peninjauan dan seleksi dilakukan berdasarkan SPAJ dan SPAK, pihak Underwriting akan memberikan keputusan. Umumnya, terdapat tiga jenis keputusan yang mungkin dihasilkan:

- Persetujuan terhadap pengajuan asuransi

- Persetujuan dari perusahaan asuransi dengan tambahan biaya premi

- Penolakan terhadap pengajuan asuransi

Keputusan pada proses seleksi Underwriting biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kondisi kesehatan dan usia calon nasabah.

Jika nasabah dalam keadaan sehat, tanpa penyakit atau risiko penyakit serius, dan berada pada rentang usia produktif, maka manfaat proteksi yang akan didapatkan juga akan lebih optimal.

Setelah semua proses ini selesai, asuransi kamu akan aktif dan nasabah dapat menikmati perlindungan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan yang dimiliki.

Itulah tahapan ketika kamu mendaftarkan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, kamu bisa mempelajari Generali sehingga lebih memahami dan manfaat apa saja yang akan didapatkan.rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru