SURABAYAPAGI.com, Jombang – Dipicu gagalnya panen hingga pasokan beras menurun di musim ini membuat sejumlah harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jombang mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir.
Tentu saja, lonjakan harga ini berdampak langsung pada pedagang maupun konsumen. Salah satunya, Ngatini (55), pedagang beras di Pasar Sumobito, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mulai terjadi beberapa hari terakhir.
Baca juga: Hadapi Anomali Cuaca, Dinas Pertanian Jombang Rekomendasi Teknis Petani Tembakau
“Beras mulai naik belum sampai seminggu ini. Sebelumnya sudah ada informasi dari distributor bahwa harganya bakal naik,” ujarnya, Jumat (11/07/2025).
Hal senada disampaikan Sukasih (58), pedagang di Pasar Kesamben. Menurutnya, harga beras melonjak drastis dalam waktu singkat.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha
“Minggu lalu masih Rp13.000 per kilogram, lalu naik jadi Rp13.500, sekarang sudah Rp14.000,” jelasnya.
Kondisi ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Para pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pembeli, sementara konsumen terutama pelaku usaha kuliner juga ikut terjepit.
Baca juga: Sejumlah Harga Bapok di Jombang Alami Kenaikan Jelang Idul Adha 2026
Melihat fenomena tersebut, membuat sejumlah pelaku UMKM dan rumah tangga diperkirakan akan makin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain beras, sejumlah komoditas lain seperti telur dan minyak goreng juga dilaporkan mengalami kenaikan harga di pasar tradisional. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu