Dikunjungi Ning Ita, Bank Sampah Migunani Pamerkan Ekonomi Sirkular

Reporter : Dwi Agus Susanti
Wali kota Ning Ita saat kunjungi Bank Sampah Migunani di RW 4 Kelurahan Meri. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto- Bank Sampah Migunani di RW 4 Kelurahan Meri dinilai berhasil menerapkan ekonomi sirkuler melalui green ekonomi. Melalui bank sampah ini warga bergerak serentak untuk mengelola sampah hingga menghasilkan produk-produk yang bernilai ekonomi. Seperti pembuatan grease trap, eco enzyme dari sampah organik, sabun batang dari minyak jelantah, sabun cair organik serta ternak maggot dan ayam petelur.

Dengan kepedulian yang tinggi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah Kelurahan Meri khususnya di RW 4 menjadi lingkungan yang bersih.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Tekankan Musrenbang Kelurahan sebagai Arah Pemanfaatan Anggaran

“Ini bukan hal yang gampang untuk saya gerakkan di setiap pelosok yang ada di kota ini. Maka saya sangat apresiasi ke depan RW 4 Kelurahan Meri ini bisa menjadi contoh bagi RW-RW lain di Kota Mojokerto,” kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau Bank Sampah Migunani di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan pada Jumat (11/7).

Lebih lanjut Ning Ita sapaan akrab wali kota menuturkan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Bank Sampah Migunani merupakan prototype yang tentunya harus dikembangkan dalam jumlah atau kapasitas yang lebih besar dan manajemen yang lebih baik.

“Tapi kalau sudah dikembangkan besar biasanya kendalanya yang akan dihadapi adalah manajemen. Maka jika dibutuhkan ada pelatihan, ada pendampingan, jangan segan dari pihak Migunani ini untuk menyampaikan kepada kami Pemkot Mojokerto, maka kami akan siap memberikan fasilitasi sesuai kebutuhan,” pesan Ning Ita.

Baca juga: 1.116 PPPK Paruh Waktu Kota Mojokerto Ikuti Pembekalan Tahun 2026

Dalam kesempatan ini, Ning Ita juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Mojokerto telah menjalin kerja sama dengan Konsorsium Jepang yaitu Recosistem dalam pengelolaan sampah dan ke depan terbuka lebar kesempatan bagi Bank Sampah untuk tergabung dalam kerjasama ini.

“Pemerintah sifatnya hanya sekedar sebagai fasilitator yang menjembatani. Tapi yang akan bersama-sama bersinergi adalah dari pihak yang dibawa oleh Japanesse Consortium yaitu Rekosistem dengan masyarakat Kota Mojokerto secara menyeluruh. Termasuk ke depan ini Bank Sampah Migunani,” kata Ning Ita.

Ning Ita juga menambahkan bahwa lingkungan yang aman, nyaman, layak, asri untuk bisa tinggal, berdomisili, dan berusaha merupakan hal yang harus bisa diwariskan kepada generasi di masa akan datang.

Baca juga: Musrenbang Kelurahan Gununggedangan, Peningkatan Daya Saing Sektor Unggulan Ekonomi jadi Atensi Wali Kota

“Jangan sampai kita wariskan Kota Mojokerto dengan kondisi kerusakan lingkungan. Bagaimana kesadaran di tingkat personal, kesadaran individu itu bisa terbentuk bahwa sampah adalah tanggung jawab diri kita. Lingkungan adalah tanggung jawab pribadi kita. Karena ke depan kita akan mewariskan Kota Mojokerto ini untuk anak cucu kita,” imbuhnya.

Dengan keberhasilan yang telah dicapai oleh Bank Sampah Migunani, Ning Ita Ita berharap bisa menjadi contoh bagi lingkungan lain di Kota Mojokerto dan bisa meningkatkan kepedulian serta keterlibatan masyarakat. dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru