Pemerintah Genjot Insentif, Industri Kendaraan Listrik Nasional Kian Tancap Gas

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional melalui berbagai kebijakan strategis dan insentif fiskal. Upaya ini bertujuan meningkatkan adopsi kendaraan ramah lingkungan oleh masyarakat maupun pelaku industri otomotif.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar KEMENKOINFRA, Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan sejumlah insentif yang telah dan akan diberikan. 

Antara lain keringanan pajak tahunan hingga 2031, insentif PPN 10 persen yang ditanggung pemerintah hingga 2023, serta insentif Pembelian Kendaraan Dalam Negeri (PKD) sebesar 40 persen untuk kendaraan penumpang dan bus.

“Untuk 2024 dan 2025, kami memberikan insentif berupa bebas bea masuk serta pajak dalam rangka pengeluaran dalam negeri (DPN-DM) selama dua tahun. Syaratnya, produsen harus mulai produksi di Indonesia pada 2026–2027 dengan rasio impor dan produksi lokal yang sebanding hingga 2027,” jelas Rachmat.

Langkah pemerintah ini disambut positif oleh pelaku industri. Reggie Kurnia, Chief Operation Officer Indomobil JAC, mengatakan bahwa respons pasar terhadap kendaraan listrik, khususnya truk sangat menggembirakan.

“Kerja sama kami dengan Otomo Mobility sebagai dealer resmi JAC di Surabaya meningkatkan kepercayaan pasar, terutama di sektor logistik dan kendaraan berat,” kata Reggie.

Indomobil menargetkan produksi hingga 1.000 unit kendaraan listrik tahun ini melalui sistem CKD (Completely Knocked Down). Produksi akan dijeda selama enam bulan pada 2026 untuk evaluasi dan penguatan strategi.

Dari sisi infrastruktur, Anthony Utomo selaku Managing Director Utomo Group menyatakan komitmen dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.

“Kami bekerja sama dengan Indomobil untuk pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Targetnya akan disesuaikan dengan jumlah kendaraan listrik yang beredar,” terang Anthony.

Ia menambahkan, kendaraan listrik menjadi solusi efisien secara ekonomi dan mampu mengurangi ketimpangan distribusi BBM serta beban subsidi pemerintah, terutama di luar Pulau Jawa.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, industri otomotif, dan penyedia infrastruktur, transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia kian nyata dan menjanjikan. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru