SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Perekonomian Jawa Timur terus menunjukkan tren positif sepanjang Triwulan II tahun 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku mencapai Rp849,30 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 berada di angka Rp509,45 triliun.
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Zulkipli, menyampaikan bahwa secara kuartalan (quarter to quarter), pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 3,09 persen dibandingkan Triwulan I-2025. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penopang utama dengan kenaikan signifikan.
Baca juga: Bansos Senilai Rp 17 Triliun, Ngowos!
“Kenaikan ini mencerminkan keberhasilan musim panen dan peningkatan aktivitas sektor agro yang menjadi kekuatan utama perekonomian daerah,” ujar Zulkipli saat pemaparannya, Selasa (5/08/2025).
Dari sisi pengeluaran, lonjakan tertinggi datang dari Komponen Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 16,42 persen. Menurut Zulkipli, hal ini menunjukkan pentingnya peran anggaran negara dalam mendorong pemulihan ekonomi dan pembangunan regional.
Lebih lanjut, Zulkipli menjelaskan bahwa secara tahunan (year-on-year), ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,23 persen jika dibandingkan Triwulan II tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan signifikan di sektor Jasa Perusahaan.
Baca juga: Biaya Sekolah Jadi Pemicu Utama Inflasi Jawa Timur
“Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatat pertumbuhan impresif sebesar 7,67 persen, mencerminkan daya saing produk Jawa Timur di pasar internasional yang semakin meningkat,” ungkap Kepala BPS Jatim itu.
Secara struktur ekonomi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan masih memegang peranan kunci dengan kontribusi 31,10 persen terhadap total PDRB, menandai kekuatan sektor manufaktur sebagai pilar ekonomi daerah. Sementara dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga menyumbang porsi terbesar, yaitu 60,98 persen, yang menjadi indikator kuatnya daya beli masyarakat.
Baca juga: Istana Klaim Data BPS Sangat Jujur
“Kedua indikator ini menegaskan pentingnya sektor manufaktur dan daya beli masyarakat dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ucap Zulkipli.
Melihat capaian ini, Zulkipli menegaskan bahwa Jawa Timur kian kokoh sebagai salah satu penopang utama ekonomi nasional. Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan dengan memperkuat sektor prioritas, mendorong inovasi, serta menjaga kestabilan konsumsi masyarakat. Ad
Editor : Moch Ilham