Bansos Senilai Rp 17 Triliun, Ngowos!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bansos dari Kemensos hingga Agustus 2025, ternyata ada sekitar 45 persen bansos PKH dan sembako disalurkan dengan tidak tepat sasaran.
Bansos dari Kemensos hingga Agustus 2025, ternyata ada sekitar 45 persen bansos PKH dan sembako disalurkan dengan tidak tepat sasaran.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi Badan Komunikasi Pemerintah, Minggu (21/9/2025), diperkirakan ada 45�ntuan sosial PKH dan sembako yang diberikan dengan tidak tepat sasaran. Bila dirupiahkan bantuan yang tidak tepat sasaran itu bisa mencapai Rp 14-17 triliun.

Data ini ditemukan setelah pemerintah melakukan pemutakhiran data kemiskinan lewat Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan BPS. Tercatat sekitar 616.367 keluarga penerima manfaat bantuan PKH tidak layak untuk menerima bantuan itu lagi.

Karena banyaknya bansos yang tidak tepat sasaran itu dulunya adalah karena data yang tidak sinkron antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," kata Gus Ipul, dilansir dari akun Instagram

Pasalnya, PPATK menemukan data yang cukup mencengangkan, yaitu lebih dari 571 ribu NIK penerima bansos terlibat dalam permainan daring terlarang sepanjang tahun 2024.

Kemensos sendiri mengambil langkah tegas, yaitu akan mencoret data penerima bansos apabila terbukti menjadi salah satu pemain dalam gim daring yang dilarang oleh negara tersebut.

Belum lama ini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengumumkan 10 juta rekening dormant yang menerima bantuan sosial (bansos). Kemudian PPATK kembali mengumumkan 571.410 data penerima bansos terindikasi terlibat pinjol.

 

Pemanfaatan Teknologi Digital

Sementara itu untuk program bantuan sembako ada sekitar 1.286.066 keluarga penerima manfaat yang tidak layak menerima bantuan.

Dari publikasi yang sama, pemerintah Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengentasan kemiskinan. Salah satunya untuk membuat penyaluran bantuan jadi jauh lebih tepat sasaran.

"Masih banyaknya penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran menjadi alasan utama pemerintah untuk segera membenahi sistem yang ada," tulis Badan Komunikasi Pemerintah dalam publikasinya.

Proyek uji coba digitalisasi perlindungan sosial akan dimulai pada Kabupaten Banyuwangi. Ini menjadi langkah awal pemerintah untuk memastikan setiap bantuan sosial tersalurkan dengan tepat.

Digitalisasi dilakukan melalui aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada keluarga penerima manfaat. Hal ini membuat keluarga yang berhak dapat terverifikasi dengan jelas sekaligus dapat terpantau penyaluran bansosnya secara transparan, aman, dan akuntabel. n jk/ec/rmc

Berita Terbaru

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan penipuan berkedok kerja sama proyek pembangunan ruko di kawasan Pasar Wisata, Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, m…

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengurusan perpanjangan izin pemanfaatan air tanah untuk 21 titik sumur milik Perumda Air Minum Banyuwangi menelan biaya hingga…

Respons Putusan MK dan MA, Status Gibran tak lagi Sah sebagai Wapres

Respons Putusan MK dan MA, Status Gibran tak lagi Sah sebagai Wapres

Senin, 02 Nov 2026 07:17 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyatakan status Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden (Wapres) sudah tidak…

Kampung Bahari Digerebek, 29 Orang Diciduk, Sabu, Ekstasi hingga Senpi Disita

Kampung Bahari Digerebek, 29 Orang Diciduk, Sabu, Ekstasi hingga Senpi Disita

Senin, 02 Nov 2026 07:13 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi digerebek polisi. Aparat gabungan menggelar penggerebekan besar-besaran ke…

RAFFI AHMAD DAN POLDA METRO JAYA MINTA MAAF

RAFFI AHMAD DAN POLDA METRO JAYA MINTA MAAF

Senin, 02 Nov 2026 07:10 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Ra Ahmad, menyampaikan permohonan maaf secara…