SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jawa Timur memberikan perhatian serius terhadap penghentian pembangunan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojoroto, Kota Kediri, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.
Ironisnya, peristiwa ini terjadi tak lama setelah Kota Kediri masuk dalam 10 besar kota paling toleran versi indeks kota toleran Setara Institute.
Baca juga: GKJW Kediri Imbau Jemaatnya untuk Tetap di Rumah Selama Natal 2020
Ketua DPD GAMKI Jawa Timur, Arnold L. Panjaitan, menegaskan intoleransi semacam ini harus menjadi perhatian serius Pemkot Kediri. Ia menilai, pendekatan kultural harus menjadi jalan utama penyelesaian masalah, terlebih seluruh perizinan gereja telah terpenuhi.
"Perizinan IMB gereja sudah dilengkapi seluruhnya dari Agustus 2024," tegas Arnold Senin (11/8/2025).
Arnold menjelaskan, pendekatan kultural yang dimaksud adalah mengedepankan interaksi dan kegiatan bersama warga, seperti posyandu, perayaan hari kemerdekaan, hingga kerja bakti.
Menindaklanjuti kasus ini, GAMKI Jawa Timur telah menggelar pertemuan dengan pengurus GAMKI kabupaten/kota se-Jawa Timur serta perwakilan Gusdurian Jawa Timur untuk mencari solusi terbaik.
Menurutnya, penolakan sebagian warga muncul akibat dinamika sosial di tingkat RT. Bahkan, beredar tudingan adanya pemalsuan tanda tangan warga terkait perizinan. Meski demikian, GAMKI mengimbau pihak gereja untuk tidak menempuh jalur hukum atas tudingan tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif.
"Penolakan dari warga muncul diakibatkan adanya dinamika sosial di tingkat RT. Bahkan ada tudingan dugaan pemalsuan tanda tangan warga," jelasnya.
Arnold menilai perlu adanya audiensi langsung dengan Wali Kota Kediri sebagai forum utama penyelesaian.
"Pertemuan lanjutan dengan Walikota Kediri direncanakan segera untuk memastikan hak beribadah jemaat tetap terlindungi dan pembangunan gereja dapat dilanjutkan sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujarnya.
Sejak 28 Juli 2025, GAMKI Jawa Timur telah berdiskusi dengan Majelis Agung GKJW. Organisasi ini berkomitmen untuk terus mendampingi jemaat dalam proses advokasi.
"Kami anak kandung gereja, kami akan berdiri bersama jemaat, GAMKI hadir untuk memastikan proses ini damai, bermartabat, dan menghormati hukum," pungkas Arnold. Ad
Editor : Moch Ilham