SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Di wilayah Banyuwangi, meski harga cabai masih murah, justru para pebudidaya bibit cabai kewalahan lantaran permintaan akan bibit justru melonjak. Hal itu karena, banyak petani yang memprediksi jika tanam sekarang, ketika panen harganya akan mahal.
Salah satu pebudidaya benih cabai, Sukini (48) asal Dusun Klatakan, Desa/Kecamatan Singojuruh mengatakan, saat ini usaha pembibitan cabai sedang kewalahan melayani pesanan dari petani. Para petani banyak yang menanam cabai.
Baca juga: Pantau Destinasi Wisata, Pemkab Banyuwangi Terjunkan Tim Siaga Nataru
“Petani banyak yang sedang masa penanaman, sehingga pemesanan menumpuk. Siklusnya seperti itu, jika harga cabai murah, banyak petani yang menyegerakan menanam cabai,” katanya, Kamis (21/08/2025).
Selain itu, salah satu pesanan yang paling banyak, lanjut dia, dari petani Kecamatan Wongsorejo. Mereka memesan 80 kotak atau setara 33.600 bibit cabai per orang. Untuk petani asal Kecamatan Singojuruh, per orang biasanya memesan sepuluh kotak.
“Biasanya saya layani yang paling banyak dulu, untuk yang sedikit saya ambil sisanya,” katanya.
Baca juga: Pesona Air Terjun Telunjuk Raung, Tawarkan Panorama Khas Pegunungan Jatim
Dalam satu kotak itu, terang dia, cabai jenis prentol dijual Rp 80 ribu per kotak, sedangkan cabai jenis Ori dijual Rp 90 ribu per kotak. Satu kotak itu diisi 420 bibit cabai siap tanam. “Yang paling mahal jenis kaliber per kotak Rp 100 ribu,” kata penjual bibit dengan nama lapak Berkah Surya Wijaya.
Petani cabai asal Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Kukoh Santoso (35) mengatakan, saat ini mencari bibit cabai sedang sulit.
Baca juga: Harga Komoditas Cabai di Trenggalek Anjlok Drastis Jelang Nataru, Harga Telur Naik
Jika mau pesan bibit, harus menunggu sekitar dua minggu lebih. “Banyak petani yang sedang memburu bibit cabai,” katanya. Hal ini karena harga cabai saat ini sangat murah, dari petani Rp 17 ribu per satu kilogram.
“Biasanya dua bulan atau tiga bulan kedepan harganya akan melonjak, sesuai usia cabai yang siap panen,” imbuhnya. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu