Pedagang – Konsumen Ngeluh! Harga Beras Medium di Jombang Melonjak

surabayapagi.com
Ilustrasi. Pedagang beras di salah satu pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Disperindag Jawa Timur (Jatim), Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang, terus mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. 

Lonjakan harga terjadi baik pada beras medium maupun premium sehingga dikeluhkan pedagang dan konsumen. Diketahui, pada Kamis (28/08/2025) kemarin, harga beras medium di tiga pasar besar Jombang yakni Pasar Pon, Pasar Ploso, dan Pasar Cukir tercatat Rp14.000 per kilogram. Sementara harga beras premium berada di kisaran Rp15.000 per kilogram.

Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir

Endah Mustofa, pedagang beras di Pasar Legi Jombang, menyebut kenaikan harga cukup terasa dalam sepekan terakhir. “Faktornya karena gabahnya yang mahal. Jadi penggilingan tidak banyak produksi,” ujarnya, Jumat (29/08/2025).

Ia menjelaskan, harga beras medium yang sebelumnya Rp13.500 per kilogram kini naik menjadi Rp14.000 per kilogram. Sedangkan beras premium yang semula Rp14.800 per kilogram meningkat menjadi Rp15.500 per kilogram.

Baca juga: Harga Kedelai Naik di Jombang, Pengelola Bisnis Tahu: Biasa Aja, Tidak Berdampak

Menurut Endah, perubahan harga membuat konsumen menyesuaikan belanja. “Yang premium ya tetap ada yang beli. Lebih banyak yang medium kalau peminatnya. Tapi kadang mereka campur juga mintanya,” katanya.

Ia menilai pemerintah telah berupaya menstabilkan harga melalui operasi pasar, namun dampaknya belum dirasakan luas. Pasokan beras di Jombang sebenarnya masih aman, tetapi harga ditingkat konsumen tetap dipengaruhi harga gabah dan distribusi.

Baca juga: Mitos Situs Sendang Made Jombang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Legenda yang Kuat

Endah berharap ada langkah nyata pemerintah agar harga beras kembali stabil. “Kami ingin harga normal lagi supaya pembeli tidak keberatan,” ucapnya. jb-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru