Kamera Belakang Bermasalah, Ford Tarik 1,9 Juta Kendaraan di Seluruh Dunia

surabayapagi.com
Ford Mustang GT Convertible 2019. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Produsen mobil yang berbasis di Kota Dearborn, Michigan, Ford kembali menghadapi tantangan terkait masalah kamera belakang. Sekitar  sekitar 1,45 juta kendaraan di Amerika Serikat, 122.000 di Kanada, dan sekitar 300.000 di pasar lain, sehingga total ada 1,9 juta kendaraan terdampak penarikan massal (recall).

Beberapa model yang ditarik termasuk model tahun 2015 hingga 2019 dengan nama populer seperti Mustang, Ranger, dan truk pikap F-Series Super Duty juga ada Lincoln MKC, Lincoln Navigator, Expedition, Edge, Transit, Transit Connect, dan Econoline, Rabu (10/09/2025).

Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat

Ford pertama kali mengetahui masalah ini pada Desember 2024 setelah menerima keluhan dari pelanggan. Setelah penyelidikan mendalam, mereka memutuskan untuk melakukan perbaikan, dengan total 44.123 klaim garansi dan 18 kecelakaan yang dilaporkan terkait masalah ini.

Masalah ini berpusat pada tampilan kamera belakang yang dapat mengalami distorsi, berkedip, atau bahkan mati sepenuhnya. Hal ini tentu saja dapat mengurangi pandangan pengemudi, meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat

Menurut penyelidikan internal Ford menemukan bahwa masalah ini berasal dari cacat pada papan sirkuit cetak (PCB) yang dipasok oleh perusahaan pemasok, Magna. PCB tersebut memiliki kontak terminal yang lebih rendah, sehingga rentan terhadap korosi yang menyebabkan kamera tidak berfungsi dengan baik.

Sebagai solusi, Ford akan memeriksa dan mengganti kamera yang menunjukkan tanda-tanda korosi. Kamera pengganti akan menggunakan PCB baru yang lebih tahan terhadap korosi. 

Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin

Perbaikan ini diharapkan dapat diselesaikan dengan mudah, terutama karena Ford memperkirakan hanya 2,7 persen dari total kendaraan yang ditarik yang akan mengalami masalah ini. jk-04/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru