Prabowo Juga Mikir Petani Singkong

surabayapagi.com
Presiden Prabowo di sela-sela rapat kabinet terbatas, berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, d kediaman Pribadi Prabowo di Hambalang.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat kabinet terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, ikut memperhatikan permasalahan terkait singkong dan tapioka, agar bisa mensejahterahkan para petani Singkong.

"Di sektor pertanian, pemerintah akan segera mengambil kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan terkait ubi kayu, singkong, dan tapioka, dengan melibatkan pemerintah daerah dan pelaku industri serta memperhatikan kesejahteraan para petani," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/9/2025).

Baca juga: Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Pemerintah memutuskan untuk memperketat impor tapioka. Keputusan ini diambil sebagai langkah mengatasi harga ubi kayu atau singkong petani yang anjlok akibat tidak laku oleh industri tapioka dalam negeri.

Permasalahan utama yang dihadapi para Petani adalah harga jual Ubi Kayu yang sangat rendah, pada saat itu harga hanya sekitar Rp 600-700/kilogram (kg) di bawah biaya yang dikeluarkan petani sekitar Rp 740/kg. Singkong ini merupakan bahan baku dari tepung tapioka yang digunakan oleh industri.

Sebelumnya, pemerintah sudah memutuskan untuk memperketat impor tapioka. Keputusan ini diambil sebagai langkah mengatasi harga ubi kayu atau singkong petani yang anjlok akibat tidak laku oleh industri tapioka dalam negeri.

Keputusan ini diambil usai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) pada Rabu (17/9/2025) dengan pemerintah daerah dan petani Lampung dari 7 Kabupaten hingga pengusaha besar.

Baca juga: Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Permasalahan utama yang dihadapi para Petani adalah harga jual Ubi Kayu yang sangat rendah, pada saat itu harga hanya sekitar Rp 600-700/kilogram (kg) di bawah biaya yang dikeluarkan petani sekitar Rp 740/kg. Singkong ini merupakan bahan baku dari tepung tapioka yang digunakan oleh industri.

Pertemuan Airlangga dengan pemerintah daerah, petani, dan pengusaha telah menghasilkan empat kesepakatan strategis yang diharapkan mampu memperbaiki tata kelola dan keberlanjutan komoditas ubi kayu di Lampung, yaitu:

1. Pembatasan impor tapioka melalui pengaturan larangan terbatas (lartas), di mana impor hanya dapat dilakukan oleh produsen yang mendapat rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Baca juga:  Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo

2. Penerapan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) sementara selama 200 hari sebagai safe guard tambahan untuk impor tapioka.

3. Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk ubi kayu yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Pertanian, serta HET tapioka yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Perdagangan.

4. Standardisasi alat ukur kadar aci yang akan ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan. n ec/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru