Bakal Perbaiki Jembatan Tlutur: Pemkab Lumajang Butuh Anggaran Rp 3,5 Miliar

surabayapagi.com
Kondisi Jembatan Tlutur perbatasan Desa Kandangan dan Kandangtepus, Kecamatan Senduro Lumajang, Jawa Timur. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti Jembatan Tlutur yang ambruk pada Jumat (19/09/2025), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen akan memperbaikinya. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses penting penghubung Kecamatan Senduro dan Gucialit.

Meski demikian Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkap, dalam progres pembangunan jembatan yang berukuran sekitar 8x4 meter tersebut, pihaknya membutuhkan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp 3,5 miliar.

Baca juga: Jalankan Proyek VDRRSL, Lumajang Mulai Mitigasi Bencana Berkelanjutan

Lebih lanjut, Bupati Indah mengungkap jika pembangunan jembatan permanen tidak bisa dilakukan secara instan. Prosesnya memerlukan tahapan perencanaan yang meliputi desain teknis, penganggaran, hingga mekanisme lelang.

“Kalau membangun jembatan permanen harus melalui proses perencanaan melalui desain, rencana anggaran biaya dan lelang yang matang. Ada mekanismenya, nilai anggarannya sekitar Rp 3-3,5 miliar,” ujar Indah, Minggu (21/09/2025).

Baca juga: Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Tulungagung Alami Kerusakan Berat

Oleh karenanya, Pemkab Lumajang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membahas skema pembiayaan dan penjadwalan pembangunan. Dengan prosedur tersebut, pelaksanaan konstruksi diperkirakan baru dapat dimulai pada tahun anggaran mendatang.

Diketahui sebelumnya, warga sekitar sempat menutup jembatan yang ambruk tersebut menggunakan drum bekas, agar tidak dilewati kendaraan besar dan mengganggu mobilitas warga. Sehingga, untuk menunggu progres perbaikan tersebut, Pemkab memprioritaskan pembangunan jembatan darurat agar aktivitas warga tetap berjalan.

Baca juga: Percepat Mitigasi Bencana Semeru, Pemkab Lumajang Bangun Infrastruktur Pengendali Lahar

“Saat ini yang paling penting adalah jalur darurat untuk warga. Kami akan mengalokasikan dana biaya tak terduga (BTT) untuk memperkuat jembatan darurat yang sedang dikerjakan masyarakat,” ujarnya.

Sehingga, dengan adanya rencana pembangunan permanen dan jembatan darurat sementara, Pemkab Lumajang berharap mobilitas masyarakat dapat tetap terjaga sekaligus memberi kepastian pemulihan infrastruktur dalam jangka panjang. lj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru