SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan induk Jeep, Stellantis yakni Jeep Gladiator 4xe dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV) baru-baru ini mengabarkan kabar yang tidak menyenangkan. Pasalnya, produksi model tersebut resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil karena menurunnya minat konsumen terhadap truk pikap PHEV.
“Seiring dengan perubahan preferensi konsumen terhadap truk bertenaga listrik, Stellantis melakukan penyesuaian strategi produk dan memutuskan tidak lagi melanjutkan Gladiator versi elektrifikasi,” ujar juru bicara Stellantis, Selasa (23/09/2025).
Baca juga: Jutaan Unit Ford F-150 Masuk Penyelidikan Federal, Gegara Masalah Transmisi
Meski demikian, masa depan Gladiator tidak suram. Stellantis memastikan akan terus berinvestasi demi memastikan keberlangsungan model pikap berbasis Wrangler ini.
Bahkan, Jeep berencana menghadirkan lebih banyak fitur pabrik yang diminta pelanggan, opsi kustomisasi baru, dan pilihan mesin tambahan. Salah satu yang paling ditunggu adalah hadirnya varian Gladiator Rubicon 392.
Baca juga: Masuki Era EV, Daihatsu Luncurkan Kendaraan Komersial Mini 'e-Hijet Cargo dan e-Atrai'
Diketahui varian Gladiator Rubicon 392 dibekali mesin Hemi V-8 6.4 liter bertenaga 470 hp atau sama seperti yang digunakan Wrangler Rubicon 392, yang dikenal mampu berakselerasi dari 0-96 km/jam (60 mph) hanya dalam 4,0 detik.
Keputusan Stellantis ini menjadi bagian dari perombakan besar strategi produk elektrifikasi. Sebelumnya, perusahaan juga membatalkan rencana produksi Ram 1500 EV, menghentikan produksi Dodge Hornet, dan menghapus trim R/T pada Dodge Charger EV.
Baca juga: Tingkatkan Citra Gaya Modern, Honda Giorno+ 2026 Hadirkan Warna Baru
Sementara itu, bagi penggemar Jeep yang tetap menginginkan teknologi plug-in hybrid, pilihan masih tersedia melalui Grand Cherokee 4xe dan Wrangler 4xe yang tetap dipasarkan. jk-03/dsy
Editor : Desy Ayu