Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo yang terjaring OTT KPK. 
Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo yang terjaring OTT KPK. 

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Barang bukti yang diamankan mencapai Rp 1 miliar.

KPK mengungkapkan restitusi pajak dalam kasus ini diajukan oleh pihak swasta dengan nilai puluhan miliar.

"Ya, jadi terkait dengan restitusi yang diajukan oleh pihak swasta di KPP Madya Banjarmasin untuk nilai restitusi mencapai puluhan miliar rupiah," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (5/1/2026).

Terkait dengan barang bukti yang diamankan, tim mengamankan uang tunai sejumlah sekitar Rp 1 miliar lebih.

Ada tiga orang yang terjaring OTT tersebut. salah satunya Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin, Mulyono. Kini, mereka telah berada di Gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"KPK melakukan penangkapan pada para pihak terduga pelaku tindakan korupsi yang tertangkap tangan dalam peristiwa tersebut. KPK mengamankan tiga orang. Salah satunya adalah kepala kantor KPP Madya Banjarmasin," sebutnya

Restitusi pajak merupakan proses pengajuan pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak yang dilakukan oleh wajib pajak kepada negara. Hingga saat ini, KPK belum menjelaskan rinci perihal OTT ini.

Diketahui ada tiga pihak yang diamankan saat operasi tangkap tangan tersebut. KPK menyebut salah satu yang diamankan adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin, Mulyono.

"KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin. Saat ini sedang perjalanan menuju Jakarta," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu .

 

Berdasarkan Laporan Masyarakat

Budi menjelaskan bahwa pengusutan kasus ini berawal berdasarkan laporan masyarakat. Kemudian KPK melakukan OTT dan menjaring 3 orang.

"Jadi yang di Kalimantan Selatan ini kami mendapatkan informasi dari masyarakat, kemudian secara cepat tim bergerak," ujarnya.

 

Rangkap Dalam Wayang Kulit

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo.

Mulyono Purwo Wijoyo merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Mulyono dilantik sebagai Kepala KPP Madya Banjarmasin pada Juni 2025 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan menduduki jabatan Eselon III.a sebagai Administrator di bawah Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah.

Sebelum bertugas di Banjarmasin, Mulyono pernah memimpin KPP Pratama Tanjung di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, pada tahun 2023. Sebelumnya lagi, Mulyono juga pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi II di KPP Pratama Klaten, Jawa Tengah.

Selain dikenal sebagai pejabat pajak, Mulyono memiliki sisi lain yang menarik, yaitu seorang pegiat budaya tradisional wayang kulit. Berdasarkan penelusuran, ia dikenal dalam komunitasnya dengan sebutan "Ki Mulyono Purwo Wijoyo". Ki sendiri merupakan gelar atau nama yang biasa dipakai para dalang. Mulyono sendiri aktif membagikan kegiatannya di akun Instagram @ki_mulyono.pw.

Dalam profil media sosialnya, Mulyono menyebut dirinya sebagai dalang dan juga Founder Sanggar Cemara, komunitas yang menggeluti wayang kulit serta seni tradisional lainnya. Dia kerap memadukan perannya sebagai pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan aktivitas budaya, mulai dari pagelaran wayang hingga berbagi keseharian di kanal YouTube yang dimilikinya.

Berdasarkan penelusuran, Mulyono pernah tampil sebagai dalang pada Sabtu, 7 Juni 2014 silam, dalam Pagelaran Wayang Kulit bertajuk "Banjaran Harjuno" yang digelar di Pelataran RRI Stasiun Pusat Jakarta. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat, Radio Republik Indonesia (RRI), dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). Mulyono tampil bersama dua sinden internasional, Megan O'Donoghue (USA) dan Hiromi Kano (Jepang). n erc, rmc

Berita Terbaru

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…

Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

Kamis, 05 Feb 2026 21:41 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 21:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri masih menunggu Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan dalam rangka menentukan langkah penyelesaian proyek…

Dinas Perkim Kabupaten Kediri Jelaskan Status Konflik Fasum Fasos Perum Griya Keraton Sambirejo

Dinas Perkim Kabupaten Kediri Jelaskan Status Konflik Fasum Fasos Perum Griya Keraton Sambirejo

Kamis, 05 Feb 2026 21:35 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 21:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri memberikan penjelasan berkaitan dengan masalah fasilitas umum…

Dugaan Penjualan Aset Hibah Gedung Sekolah, DPMD Turun Tangan

Dugaan Penjualan Aset Hibah Gedung Sekolah, DPMD Turun Tangan

Kamis, 05 Feb 2026 20:28 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 20:28 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Dugaan penyelewengan aset hibah terus berlanjut, bangunan SD Negeri Tiron 3 yang merupakan aset hibah pemerintah Kabupaten Madiun dib…