Jutaan Unit Ford F-150 Masuk Penyelidikan Federal, Gegara Masalah Transmisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ford F-150 2015. SP/ JKT
Ford F-150 2015. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menyusul laporan pengemudi yang mengalami perpindahan gigi mendadak tanpa peringatan pada unit Ford F-150 model tahun 2015 hingga 2017 mengakibatkan model tersebut kini tengah diselidiki otoritas keselamatan jalan raya Amerika Serikat terkait dugaan cacat transmisi bahkan hingga menyebabkan perlambatan ekstrem saat kendaraan melaju, Selasa (03/02/2026).

Diketahui, sekitar 1,27 juta unit Ford F-150 model tahun 2015 hingga 2017 yang terdampak masalah tersebut. Sejumlah pemilik pun juga turut melaporkan bahwa truk mereka dapat tiba-tiba menurunkan gigi tanpa adanya input dari pengemudi. Dalam beberapa kasus, perlambatan terjadi secara mendadak, bahkan roda belakang sempat terkunci sesaat hingga memicu potensi selip. Tentunya, sangat berbahaya, terutama saat kendaraan melaju di kecepatan tinggi.

Sehingga, Kantor Investigasi Cacat (ODI) dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) secara resmi meningkatkan tahap peninjauan awal menjadi analisis teknik penuh. Pada fase ini, kendaraan dan komponen akan diuji secara menyeluruh, sementara pabrikan biasanya mulai bersiap menghadapi kemungkinan terburuk: penarikan kembali massal.

Menurut para penyelidik, banyak pemilik telah mengganti berbagai komponen, mulai dari rangka timah cetakan hingga badan katup, demi mengatasi masalah tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa gangguan bukan sekadar insiden sporadis, melainkan masalah berulang yang menghantui sejumlah kendaraan. 

Lebih lanjut, Ford Motor Company menyebut kasus ini berbeda dengan penarikan kembali F-150 generasi sebelumnya yang dipicu hilangnya sinyal dari satu sensor kecepatan. Yang lebih mengkhawatirkan, penyelidik juga menemukan skenario lain selama pengujian. Sebuah truk yang sedang mundur di tanjakan dilaporkan kehilangan sinyal transmisi, berpindah ke posisi netral, lalu menggelinding maju.

Sehingga, jika para insinyur NHTSA mengkonfirmasi adanya cacat yang berdampak pada keselamatan, Ford bisa diwajibkan melakukan perbaikan pada sebagian besar armada pikap terlarisnya. Bagi pabrikan asal Amerika tersebut, potensi ini jelas menjadi kabar buruk, terlebih setelah sempat menghadapi tekanan akibat sejumlah penarikan produk sepanjang 2025. jk-04/dsy

Berita Terbaru

Praktik Manipulasi Rp 14,5 Triliun Ditangani OJK-Bareskrim

Praktik Manipulasi Rp 14,5 Triliun Ditangani OJK-Bareskrim

Minggu, 08 Mar 2026 20:10 WIB

Minggu, 08 Mar 2026 20:10 WIB

Insider Trading Harga Saham IPO Dimainkan Gunakan Puluhan Akun Dengan tim Perusahaan   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap …

Trump Klaim Musnahkan 64% Rudal Iran

Trump Klaim Musnahkan 64% Rudal Iran

Minggu, 08 Mar 2026 20:09 WIB

Minggu, 08 Mar 2026 20:09 WIB

Tiga Sumber di Pemerintahan AS Sebut Pernyataan Trump Berlebihan   SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Donald Trump mengatakan bahwa operasi militer …

Analis ISESS: Israel Lakukan Propaganda dengan Tuding Iran Luncurkan Bom Tandan

Analis ISESS: Israel Lakukan Propaganda dengan Tuding Iran Luncurkan Bom Tandan

Minggu, 08 Mar 2026 20:07 WIB

Minggu, 08 Mar 2026 20:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya berpandangan militer Israel yang menuding Iran meluncurkan bom tandan berkali-kali selama perang sebagai propaganda.  Bom …

TNI Mulai Siaga I

TNI Mulai Siaga I

Minggu, 08 Mar 2026 20:04 WIB

Minggu, 08 Mar 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan surat telegram kepada jajarannya agar melaksanakan siaga tingkat 1 guna…

Richard Lee, Dokter dan Influencer Masih Ditahan

Richard Lee, Dokter dan Influencer Masih Ditahan

Minggu, 08 Mar 2026 20:02 WIB

Minggu, 08 Mar 2026 20:02 WIB

Lebih Asik BerTikTok, Ketimbang Hadiri Panggilan Polisi. Juga Mangkir Wajib Lapor   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus heboh yang melibatkan dokter sekaligus …

Dilema Temuan KPAI, Materi Pembatasan Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun 

Dilema Temuan KPAI, Materi Pembatasan Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun 

Minggu, 08 Mar 2026 20:01 WIB

Minggu, 08 Mar 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyambut baik aturan pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun. KPAI…