SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Konsumen Kabupaten Ngawi yang biasa membeli daging ayam potong di wilayah setempat-nya kini mengeluh lantaran harga komoditas tersebut meroket hingga tembus Rp 39.000 per kilogram selama 3 pekan terakhir.
Dampaknya, omzet penjualan pedagang merosot tajam dibandingkan harga normal pada kisaran Rp 31.000 per kilogram. Hal itu lantaran pembelian konsumen yang otomatis ikut menurun sejak harga terus naik.
Baca juga: Petani Cabai di Ngawi Rugi Besar, Harga Anjlok Diterjang Hujan Deras
Fenomena tersebut turut dirasakan Sujiati, pedagang ayam potong di Pasar Besar Ngawi, mengaku jika sebelumnya ia mampu menjual 50 hingga 70 kilogram per hari, kini hanya 30 kilogram yang laku.
“Harga daging ayam naik menjadi Rp 39.000 per kilogram. Dampaknya penjualan jadi sepi,” kata Sujiati, Rabu (24/09/2025).
Baca juga: Wisata Waduk Pondok Ngawi, Simbol Harmoni Antara Alam dan Teknologi
Lebih lanjut, adanya pasokan daging ayam diperoleh dari tengkulak besar di wilayah Ngawi juga didapat dengan harga yang sudah tinggi. Namun, penyebab pasti kenaikan harga belum jelas.
“Katanya stok daging ayam potong langka. Namun, kurang tahu juga penyebabnya apa,” ujarnya.
Baca juga: Srambang Park Ngawi, Surga Alam Pegunungan dengan Air Terjun dan Spot Foto Instagenic
Sementara itu, harga daging ayam kampung justru stabil tanpa gejolak. Permintaan pun relatif normal. Kenaikan harga daging ayam hanya pada ayam jenis ayam potong saja.
“Yang naik cuma ayam potong, kalau daging ayam kampung masih stabil. Harganya tergantung ukuran, mulai Rp 55.000 sampai Rp 85.000 per kilogram,” jelas Elvi, pedagang ayam kampung di Pasar Besar Ngawi. ng-01/dsy
Editor : Desy Ayu