SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pasca panen raya serentak memicu harga tomat di pasaran Jombang jatuh hingga Rp4.000 per kilogram, selain itu ditambah masuknya pasokan dari Pare dan Kediri. Kondisi serupa juga dialami sentra tomat lain di Jatim. Sehingga membuat banyak petani merugi.
Untuk menyelamatkan panen, Bupati Jombang Warsubi turun tangan. Sebanyak 250 kilogram tomat diborong pemerintah daerah, lalu dikemas per kilogram untuk dibagikan secara cuma-cuma ke warga.
Baca juga: Mulai Pilah dari Rumah, Pemkab Catat Produksi Sampah di Jombang Tembus 530 Ton per Hari
Tomat itu disalurkan ke pemulung di TPA Gedangkeret Banjardowo hingga masyarakat yang antre layanan adminduk di Dispendukcapil Jombang. Senyum mereka menjadi bukti sederhana bahwa kebijakan kecil sekalipun mampu menyentuh hati rakyat.
Baca juga: Prioritaskan Fasilitas Penunjang, Jombang Tunda Perluasan Terminal Barang Glagahan
“Dengan langkah ini, petani tetap bisa mendapat hasil. Harapannya, harga tomat yang sedang jatuh bisa kembali stabil, sehingga petani tetap bisa eksis,” jelas Bupati Warsubi, Selasa (30/09/2025).
Tentu saja, Aksi borong tomat ala Bupati Warsubi menjadi bukti bahwa solusi terhadap persoalan ekonomi rakyat bisa hadir dengan cepat, dekat, dan menyenangkan. Lebih lanjut, Bupati Warsubi juga berharap gerakan kecil ini jadi stimulus agar hasil panen terserap dan petani tetap semangat menanam meski harga tengah terpuruk.
Baca juga: Progres Capai 91 Persen, Sekolah Rakyat di Jombang Siap Berjalan Juli 2026
Sejumlah warga menyampaikan rasa syukur atas aksi kepedulian tersebut. Salah seorang ibu yang sedang mengurus akta kematian di Dispendukcapil mengaku terharu. “Matur nuwun Abah Bupati tomatnya. Alhamdulillah, tadi tiba-tiba Abah Bupati dan Ibu Yuli membagikan tomat.” ujarnya. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu