Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Bupati Tegaskan Madiun Bukan PKI

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – “Selama ini stigma yang melekat pada Madiun adalah PKI, padahal sebenarnya tidak demikian. Kita adalah korban. Para leluhur kita justru berjuang mempertahankan Pancasila.”

Pernyataan tegas itu disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Rabu (1/10/2025).

Baca juga: Wabup Madiun Dorong Kader PKK Siapkan Generasi Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Bupati menegaskan, masyarakat Madiun tidak pernah menjadi bagian dari pemberontakan, melainkan menghadapi langsung ancaman PKI yang menjadikan wilayah ini sebagai basis pergerakan.

“Mereka (pemberontak) mengira, kalau bisa merebut Madiun maka bisa menguasai Indonesia. Namun alhamdulillah, perjuangan masyarakat dan rakyat Madiun luar biasa, sehingga Pancasila tetap jaya,” ungkapnya.

Baca juga: Lewat Lakon Semar Bangun Kayangan, Armaya: Pembangunan Harus Utamakan Kepentingan Rakyat

Menurutnya, penting bagi generasi muda mengetahui sejarah yang sebenarnya agar stigma keliru tidak lagi diwariskan. Peringatan di Monumen Kresek, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya meluruskan sejarah.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tegaskan kembali bahwa masyarakat Madiun adalah korban, bukan pengkhianat bangsa,” tandas Hariwur, sapaan akrabnya.

Baca juga: Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri lengkap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan Pancasila. man

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru