Dua Oknum Polisi Gresik Peras Warga dengan Dalih Judol, Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan praktik pemerasan oleh oknum aparat kembali mencoreng citra kepolisian di Kabupaten Gresik. Apalagi perilaku buruk ini dilakukan di tengah kemeriahan perayaan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Dua anggota polisi yang bertugas di Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan, berinisial DN dan PT, nyaris menjadi bulan-bulanan warga setelah diduga meminta uang kepada warga Desa Petung, Kecamatan Panceng, dengan dalih terlibat judi online (judol), Ahad (16/8/2026) malam.

Kemarahan warga disebut memuncak karena dugaan aksi tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, tiga pemuda di desa setempat disebut pernah didatangi dan dituding terlibat permainan judol. Alih-alih menjalani proses hukum, ketiganya diduga justru dimintai sejumlah uang sebagai “uang damai” dengan nilai mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per orang.

Informasi tersebut kemudian membuat warga mulai mencermati pergerakan kedua oknum polisi tersebut.

Dugaan itu kembali mencuat ketika DN dan PT mendatangi rumah warga lainnya di Desa Petung. Keduanya diduga kembali membawa tuduhan serupa dan meminta sejumlah uang kepada warga yang dituding bermain judol.
Kali ini, gerak-gerik mereka diam-diam diikuti warga.

“Sebulan lalu ada tiga warga yang ditangkap gara-gara judol, lalu mereka dimintai uang damai. Kemudian tadi malam dua oknum polisi itu datang lagi ke rumah warga yang lain yang juga dituding bermain judol untuk meminta uang tambahan. Warga yang sudah kompak akhirnya diam-diam mengikuti gerak-gerik mereka,” kata Hafidz, warga Desa Petung.

Situasi kemudian memanas. Keluarga warga yang diduga menjadi sasaran meminta kedua oknum polisi tersebut untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi di Balai Desa Petung.

Namun, kedatangan keduanya justru disambut kemarahan warga. Massa yang sudah mengetahui dugaan aksi tersebut langsung mengepung kedua anggota polisi itu hingga terjadi aksi pemukulan.

Beruntung, aparat kepolisian yang datang ke lokasi segera mengamankan keduanya sebelum amukan warga semakin brutal.

“Saat di balai desa langsung dikepung warga, dan sudah diamankan pihak kepolisian,” ujar Hafidz.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian serius karena menyangkut dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh anggota kepolisian. Tuduhan keterlibatan dalam judi online semestinya ditangani melalui mekanisme hukum, bukan dijadikan alasan untuk meminta uang kepada warga.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dua anggota Polsek Duduksampeyan berinisial P dan D telah diamankan di Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah diproses Propam, langsung di sel,” tegasnya.

Sebuah sumber bahkan menyebutkan bahwa perilaku pemerasan dua oknum anggota polisi ini tidak hanya terjadi di wilayah hukum Polsek Panceng, tapi juga dilakukan di wilayah Kecamatan Bungah dan Dukun. 

Kasus ini selanjutnya akan diuji melalui proses pemeriksaan internal untuk mengungkap secara terang apakah kedua oknum tersebut benar melakukan pemerasan atau penyalahgunaan kewenangan sebagaimana dituduhkan warga.

Jika dugaan tersebut terbukti, kasus ini bukan sekadar pelanggaran disiplin. Perilaku oknum aparat yang memanfaatkan kewenangan untuk menekan dan meminta uang kepada masyarakat berpotensi semakin merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. did

Tag :

Berita Terbaru

Unit Laka Polres Blitar Dalami Tabrakan 3 Motor Beruntun, Siswi 16 Tahun Tewas di TKP

Unit Laka Polres Blitar Dalami Tabrakan 3 Motor Beruntun, Siswi 16 Tahun Tewas di TKP

Senin, 07 Sep 2026 14:43 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Peristiwa kecelakaan yang terjadi tiga  pengendara motor, di jalan umum Kelurahan Tawangsari Kec.Garum Kabupaten Blitar pada Senen 7 …

Meriahkan HUT RI ke-81, Pemdes Kebonsari Candi Gelar Karnaval Budaya dan Sound Horeg

Meriahkan HUT RI ke-81, Pemdes Kebonsari Candi Gelar Karnaval Budaya dan Sound Horeg

Senin, 07 Sep 2026 14:41 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Semangat nasionalisme ditunjukkan oleh warga Desa Kebonsari Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Minggu ( 6 September 2026 sore .…

Adu Presisi Pasang Keramik di Surabaya, Pemenang Sika Tiler Competition 2026 Berpeluang Wakili Indonesia ke China

Adu Presisi Pasang Keramik di Surabaya, Pemenang Sika Tiler Competition 2026 Berpeluang Wakili Indonesia ke China

Senin, 07 Sep 2026 14:13 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 120 ahli pasang keramik dari berbagai wilayah di Jawa Timur beradu keterampilan dalam Sika Indonesia Tiler Competition 2026 d…

Gencarkan Uji Tera Timbangan, Pemkab Gresik Jaga Kejujuran Transaksi di Pasar

Gencarkan Uji Tera Timbangan, Pemkab Gresik Jaga Kejujuran Transaksi di Pasar

Senin, 07 Sep 2026 13:09 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Guna memastikan transaksi perdagangan di pasar tradisional berlangsung secara adil dan jujur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik…

Stok Terbatas, Harga Cabai Rawit di Ponorogo Naik Tembus Rp70 Ribu per Kg

Stok Terbatas, Harga Cabai Rawit di Ponorogo Naik Tembus Rp70 Ribu per Kg

Senin, 07 Sep 2026 12:35 WIB

Senin, 07 Sep 2026 12:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Diakibatkan stok yang terbatas, memicu harga cabai rawit di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan. Sehingga, dampaknya…

Raih Skor Tinggi 90,15, Nilai SAKIP Bagian Umum Setdakot Mojokerto Sangat Memuaskan

Raih Skor Tinggi 90,15, Nilai SAKIP Bagian Umum Setdakot Mojokerto Sangat Memuaskan

Senin, 07 Sep 2026 12:35 WIB

Senin, 07 Sep 2026 12:35 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Mojokerto terus berkomitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang…