SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Meningkatnya kasus influenza di lingkup wilayah Kota Probolinggo. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) setempat mulai menyikapi hal itu dengan serius.
Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kasus influenza di Indonesia sepanjang tahun 2025. Terlebih, Jawa Timur (Jatim) tercatat sebagai provinsi dengan angka kasus influenza dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) paling tinggi se-Indonesia.
Baca juga: Antisipasi Suhu Panas di Makkah, KHU Ponorogo Imbau CJH Jaga Kesehatan
Terdapat lima provinsi dengan kasus serupa influenza (ILI/Influenza-Like Illness) tertinggi per minggu ke-39 tahun 2025 didominasi oleh Jawa. Jatim memimpin dengan angka fantastis.
Angka fantastis tersebut dirinci sebagai berikut, Jawa Timur: 344.664 kasus, Jawa Tengah: 174.058 kasus, Jawa Barat: 171.198 kasus, Sumatera Utara: 145.052 kasus, Aceh: 48.589 kasus dan Puskesmas Kedatangan 658 Pasien Baru
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Kasus Penyakit TB, Dinkes Sumenep Perkuat Sistem Pelacakan dan Skrining Aktif
Oleh karenanya, Dinkes-P2KB Kota Probolinggo langsung bergerak cepat melakukan pendataan. Lantaran, Dinkes mencatat, terjadi 658 kunjungan pasien dengan gejala influenza di seluruh puskesmas Kota Probolinggo dalam dua minggu terakhir. Angka ini jelas menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Peningkatan kasus ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk perubahan cuaca yang tidak menentu dan mudahnya penularan virus influenza, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh lemah," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-P2KB Kota Probolinggo, drg. Asri Wahyuningsih, Senin (20/10/2025).
Baca juga: Dinkes Pamekasan Temukan 14 Kasus HIV hingga April 2026, Mayoritas Laki-laki Usia Produktif
Untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas, Dinkes menghimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan dasar. Selain itu, ia menganjurkan masyarakat memastikan ventilasi rumah dalam kondisi baik. Sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk mengurangi konsentrasi virus di dalam ruangan.
"Kunci utamanya adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan istirahat cukup, serta tetap di rumah ketika sakit," tegas drg. Asri. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu