Diterjang Banjir, Tanggul Sungai Trenggalek yang Baru Dibangun Ambruk

surabayapagi.com
Kondisi tanggul sungai Trenggalek yang ambruk diterjang banjir di musim penghujan. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Memasuki musim penghujan mengakibatkan banjir yang menerjang Tanggul bronjong di Sungai Gedangan, Trenggalek hingga ambrol sepanjang 20 meter. Padahal penahan sungai tersebut baru dibangun tahun ini.

Ambruknya tanggul yang berada di aliran sungai di Desa Kertosono, Kecamatan Panggul tersebut dipicu curah hujan tinggi di wilayah Kecamatan Dongko dan Pule. Kondisi itu berdampak langsung terhadap peningkatan debit air sungai di yang mengarah ke Kecamatan Panggul.

Baca juga: Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

"Ini tadi kami baru ke sana untuk meninjau langsung di lokasi. Kalau kejadiannya itu tadi malam. Dan derasnya air sungai kemudian menggerus bagian bawah tanggul, sehingga tadi malam tanggul bronjong itu ambles," jelas Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Stefanus Triadi Atmono, Kamis (30/10/2025).

Lebih lanjut, meskipun mengalami kerusakan, kondisi tanggul masih dapat bertahan. Namun, pihaknya khawatir jika terjadi hujan deras tingkat kerusakan tanggul akan semakin parah. "Nggak tahu kalau ada hujan lagi," ujarnya.

Baca juga: Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Dijelaskan tanggul sungai tersebut dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur untuk mengembalikan aliran sungai ke jalur semula.

"Karena sebelumnya itu sungainya pindah dan mengancam jalan Kertosono-Panggul. Kondisi itu sudah berlangsung lama, kemudian kami mengusulkan ke provinsi dan dibantu pembangunan tanggul bronjong itu," imbuhnya.

Baca juga: Banjir Rob Luapan Air Laut Rendam Margomulyo Surabaya, Lalin Sempat Lumpuh Total

Triadi memastikan bencana alam tersebut tidak berdampak besar bagi masyarakat sekitar karena lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. "Rumah penduduk masih aman," katanya. tr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru