SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Diterjang banjir, Jembatan Plapar yang berlokasi di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Ponorogo, longsor dan rusak. Sehingga, untuk mengantisipasi keselamatan warga sekitar, kendaraan bertonase di atas 10 ton dilarang melintas di jalur provinsi tersebut. Padahal jembatan ini merupakan akses utama dari Ponorogo menuju ke Pacitan.
Lebih lanjut, kerusakan terjadi pada talud sisi utara dan selatan jembatan usai diterjang banjir deras. derasnya arus sungai juga membawa rumpun bambu yang tersangkut di bagian utara jembatan. Dan saat ini BPBD bersama pihak terkait masih melakukan asesmen di lokasi.
"Talud di sisi utara maupun selatan jembatan mengalami longsor dan kerusakannya cukup fatal. Kalau tidak segera ditangani tentu bisa berpengaruh pada struktur jembatan," jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, Kamis (21/05/2026).
Menurutnya, derasnya arus sungai juga membawa rumpun bambu yang tersangkut di bagian utara jembatan. Saat ini BPBD bersama pihak terkait masih melakukan asesmen di lokasi.
Untuk mengantisipasi risiko, arus lalu lintas dibatasi. Kendaraan dengan muatan lebih dari 10 ton tidak diperbolehkan melintas. Selain di Desa Caluk, longsor juga terjadi di Desa Wates, Kecamatan Slahung. Material longsor sempat menutup jalan di jalur Ponorogo-Pacitan selama beberapa jam. "Sekarang jalan sudah bisa dilalui setelah dilakukan pembersihan menggunakan alat berat dari PU Bina Marga Provinsi," ungkap Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun.
Sementara itu, Kapolsek Slahung AKP Pitoyo mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama sekitar dua jam. Ia memastikan kondisi jalan kini sudah kembali bisa dilalui. Namun untuk Jembatan Plapar, kendaraan di atas 10 ton diminta putar balik demi keselamatan.
"Material longsor berupa lumpur sempat menutup jalan di KM 56 perbatasan Ponorogo-Pacitan. Yang ambrol plengsengannya, bukan badan jembatannya. Tapi kendaraan lebih dari 10 ton tidak bisa melintas," ungkapnya. pn-02/dsy
Editor : Redaksi