SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai solusi alternatif mendongkrak perekonomian daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tengah berupaya alih fungsi lahan menjadi kawasan sabuk hijau di pesisir selatan dinilai lebih bermanfaat. Salah satunya dengan tambak udang menjadi kawasan hutan mangrove.
Diketahui, kawasan bekas tambak udang di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek selain menjadi benteng laut, kawasan tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk alternatif perekonomian masyarakat. Selain itu, alih fungsi tersebut juga dapat melindungi kawasan daratan dari ancaman abrasi.
Baca juga: Program MBG di Trenggalek Targetkan 80 Dapur: 53 SPPG Sudah Beroperasi, 7 Kantongi SLHS
"Kalau tambak udang cenderung merusak ekosistem laut karena ada limbahnya, untuk itulah kami bersama UINSA dan pemilik tambak ingin mengubah itu, dan sekaligus menambah luasan sabuk hijau di pesisir pantai di Kecamatan Panggul," ungkap Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Jumat (14/11/2025).
Lebih lanjut, ide ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat dan pemilik tambak setempat. Bahkan, enam orang secara sukarela ikut dalam program "Tambak Mangrove". Pasalnya, saat ini akses ekonomi masyarakat bisa digeser lebih ramah lingkungan sekaligus melindungi kawasan bibir pantai.
Baca juga: BGN Soroti Wilayah Trenggalek, Sebanyak 11 Ribu Dapur MBG Belum Miliki SLHS
Pihaknya juga berharap bibit mangrove tersebut dapat dijaga sehingga bisa tumbuh dengan baik. Terciptanya kawasan hutan mangrove diyakini akan membawa dampak positif bagi masyarakat. Hutan mangrove akan menjadi habitat udang, kepiting, hingga ikan, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Alhamdulillah, sudah ada yang besar. Kemudian di sini ada enam penambak yang sudah mendeklarasikan diri menjadi pionir dengan total luasan rata-rata seribuan hektare, jadi ada 6.000 meter persegi. Nanti dari situ kami mulai mencoba untuk mengajak yang lain ikut terlibat," jelas Bupati Arifin.
Baca juga: Ribuan Warga Trenggalek Alami Gangguan Jiwa, Dipicu Masalah Ekonomi dan Tekanan Sosial
Selain untuk menyelamatkan lingkungan pesisir, keberadaan hutan mangrove tersebut ke depan diharapkan juga bisa menjadi kawasan wisata edukasi yang representatif. Tak lupa, pihaknya pun berharap bibit mangrove tersebut dapat tumbuh dengan baik, dan memberikan manfaat bagi ekologi dan ekonomi masyarakat Trenggalek. tr-02/dsy
Editor : Desy Ayu