Mobil Mungil BYD Racco Bidik Pasar Eropa, Asal Regulasi “E-car” Resmi Berlaku

Reporter : Redaksi
BYD Racco Siap Tantang Pasar Eropa

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - BYD membuka peluang untuk membawa mobil mungil terbarunya, BYD Racco, ke pasar Eropa, dengan catatan regulasi di kawasan tersebut memberi ruang untuk kelas kendaraan kecil. Racco sendiri awalnya dikembangkan sebagai kei car khusus pasar Jepang. Wakil Presiden BYD, Stella Li, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan peluncuran kei car di Jepang dan kini tengah memantau perkembangan regulasi Uni Eropa terkait kendaraan berukuran kompak. “Di Jepang, kami sudah meluncurkan mobil kei; kami akan sangat tertarik mengikuti regulasi Uni Eropa. Kalau ada kesempatan, kami bisa membawanya ke sini,” ujar Stella Li, dikutip dari Autocar, Kamis, 20 November.

Racco hadir dengan dimensi khas kei car, yakni panjang 3,4 meter, lebar 1,475 meter, dan tinggi 1,8 meter. Mobil listrik mungil ini dibekali baterai 20 kWh dengan jarak tempuh sekitar 180 km, serta mendukung pengisian cepat hingga 100 kW yang menyalurkan tenaga ke motor listrik tunggal di roda depan. Spesifikasi ini membuatnya cocok sebagai kendaraan urban, namun belum tentu langsung memenuhi standar keselamatan dan regulasi ketat Eropa.

Baca juga: Sekali Cas, Sedan Mewah BYD Yangwang U7 Terbaru Tembus Jarak 1.000 Km

Baca juga: Jadi Penantang Baru, Mobil Listrik VW Jadi Primadona di Eropa Kalahkan Penjualan Tesla

Meski memunculkan minat untuk memperluas pasar, BYD belum menjadikan ekspansi Racco ke Eropa sebagai prioritas utama. Perusahaan saat ini lebih fokus memperkuat lini hibrida di berbagai segmen, terutama karena permintaan mobil listrik murni di Eropa tengah mengalami perlambatan. Strategi ini sejalan dengan kajian Komisi Eropa yang sedang mempertimbangkan kategori baru untuk kendaraan listrik kecil dijuluki “E-car” untuk menghidupkan kembali segmen mobil kompak yang kian terdesak tuntutan teknologi dan standar keselamatan.

Apabila nanti masuk Eropa, Racco berpotensi menjadi salah satu mobil listrik paling terjangkau dalam portofolio BYD, bersaing dengan model serupa seperti Dacia Spring dan Leapmotor T03. Meski begitu, BYD tetap menghadapi tantangan besar karena pasar kei car Jepang didominasi produsen domestik, sehingga penjualan BYD di Jepang sejak 2022 masih terbatas.

Baca juga: Siap Masuki Era Baru Mobil Mewah, Bentley Uji SUV Listrik di Suhu Beku Ekstrem

Kehadiran Racco mencerminkan arah baru strategi BYD dalam melihat peluang mobil listrik kecil di luar China. Fenomena ini juga sejalan dengan langkah produsen lain seperti Honda, yang akan membawa Super-N versi adaptasi dari mobil listrik kei N:One ke Inggris tahun depan, meski belum memastikan ekspansi lebih luas ke Eropa. Dengan mulai berkembangnya perhatian terhadap kendaraan kecil, Racco dapat menjadi pionir penting bagi BYD di segmen yang terus mencari bentuk idealnya di pasar global. jkt-02/raf

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru