Berteknologi Charger Megawatt, Isi Daya Baterai BYD Cuma 5 Menit

surabayapagi.com
Ilustrasi. BYD saat mengisi daya menggunakan teknologi Charger Megawatt. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Raksasa EV asal Tiongkok, BYD, kini sudah bersiap untuk memperkuat pengisian daya (charging anxiety) masih menjadi tembok penghalang terbesar bagi banyak konsumen untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik (EV) dengan inovasi terbarunya, Kamis (04/12/2025).

Kali ini yang membuat takjub, BYD dilaporkan sedang merekrut tim ahli untuk memimpin pengembangan dan penerapan sistem pengisian daya super cepat Flash Charging di seluruh Eropa, dimulai dari Inggris. Diketahui, teknologi flash charging ini sudah diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 1.000 kilowatt (kW), atau setara dengan satu megawatt (MW).

Baca juga: Bernuansa Motor Sport Gunakan Penggerak Rantai, Italjet Dragster 459 Dibanderol Rp 190 Jutaan

Tentu saja, angka ini sangat fantastis, bahkan dua kali lipat lebih cepat dari supercharger tercepat yang sudah ada di Amerika saat ini. Sehingga, kehadiran teknologi revolusioner ini bukan hanya sekadar peningkatan kecil, melainkan lompatan kuantum yang secara fundamental mengubah pengalaman kepemilikan mobil listrik.

Baca juga: Lewat Rally Dakar 2026, Motul Tegaskan Kualitas Pelumas Kelas Dunia di Ajang Reli Off-road Paling Ekstrem dan Menantang

Perlu diketahui, sistem megawatt charging ini adalah bagian dari platform andalan baru BYD, Super e-Platform, yang dirancang dengan arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt. Dan berkat kombinasi baterai khusus (Flash Charging Battery) dan sistem tegangan tinggi, mobil listrik kompatibel diklaim dapat menambah jarak tempuh signifikan hanya dalam waktu lima menit.

Sementara itu, untuk target BYD sangat jelas untuk mencapai oil-electric parity (kesetaraan waktu pengisian bahan bakar konvensional dan listrik). Jika teknologi ini berhasil diterapkan secara massal di Inggris, dan kemudian di seluruh Eropa, BYD tidak hanya akan mengungguli jaringan pengisian daya rival seperti Tesla Supercharger, tetapi juga menghilangkan salah satu alasan utama konsumen ragu membeli EV. Ini adalah langkah strategis yang sangat agresif untuk mendominasi pasar infrastruktur EV global.

Baca juga: Geely Kenalkan ‘G-ASD’, Sistem Bantuan Mengemudi Generasi Terbaru di Ajang CES 2026 Amerika Serikat

Langkah BYD membawa teknologi megawatt charging ke pasar Barat, terutama Inggris, menunjukkan ambisi mereka untuk tidak hanya menjadi produsen EV terbesar di dunia, tetapi juga penyedia infrastruktur pengisian daya. Sehingga, adanya inovasi Flash Charging Megawatt dari BYD adalah terobosan nyata dalam mobilitas listrik. jk-0/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru