Jelang Nataru 2025/2026, Volume Lalu Lintas Kota Batu Diprediksi Naik 20 Persen

surabayapagi.com
Ilustrasi. Suasana jalanan di Kota Batu menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). SP/ BTU

SURABAYAPAGI.com, Batu - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memprediksi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Kota Batu sebagai Kota Wisata diprediksi akan mengalami peningkatan volume lalu lintas hingga mencapai angka 19-20%.

"Lonjakan volume lalu lintas di Kota Batu saat Nataru nanti diperkirakan hingga 19-20%," terang Kepala Dishub Kota Batu Hendri Suseno, Senin (08/12/2025).

Baca juga: Pesona Destinasi Hutan Pinus Bukit Jengkoang Batu, Surga Tersembunyi Bak Pedesaan Swiss

Sehingga, sebagai antisipasi untuk menangani lonjakan volume lalu lintas, Dishub Kota Batu telah bersiap. Mulai dari menyiapkan petugas lapangan serta sarana prasarana yang diperlukan untuk menunjang selama nataru.

"Kami akan menyiapkan menyiapkan personel, sarana prasarana, dan memaksimalkan perlengkapan jalan pada saat gelaran operasi berjalan, personil dan alat akan kami maksimalkan," terang Hendri.

Baca juga: Momen Libur Nataru, Jumlah Penumpang KAI Daop 7 Tertinggi Diantara Stasiun KA Lain

Selain itu, Kasat Lantas juga meminta dukungan dari PHRI dan pelaku usaha wisata untuk menyiapkan kantong parkir tambahan guna mencegah parkir tepi jalan umum yang dapat memicu kemacetan. 

Sehingga, untuk mencegah adanya kecelakaan dan memastikan keselamatan di jalan, Dishub Kota Batu bersama Satlantas Polres Batu dan instansi terkait akan menggelar Ramp Check di beberapa titik dengan melibatkan 293 personel dengan mendirikan 6 Pos Pengamanan (Pos Pam) dan 1 Pos Pelayanan (Pos Yan), di mana Pos Yan Batos menjadi command center induk.

Baca juga: Musim Libur Nataru: Wisatawan di Trenggalek Membludak, Pengelola Berlakukan Sistem Buka Tutup Akses

Tak hanya itu, inisiasi strategis lain untuk mengatasi kepadatan jangka panjang, yaitu pembukaan akses jalan baru bekerja sama dengan Perhutani. Akses yang paling cepat dijajaki adalah melalui Sukorejo, Lawang. Selain itu, ditekankan pula pentingnya pembangunan parkir bertingkat dengan skema pembiayaan non-APBD, serta penggunaan teknologi dalam rekayasa lalu lintas. bt-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru