SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Stellantis, salah satu merek populernya Jeep dilaporkan diam-diam menghentikan produksi lini PHEV di Amerika Utara karena bergesernya permintaan pelanggan yang banyak menggunakan kendaraan mobil listrik di era kompetitif elektrifikasi.
"Stellantis akan secara bertahap menghentikan program PHEV di Amerika Utara mulai tahun 2026," ungkap Salah seorang juru bicara, Jumat (09/01/2026).
Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat
Lebih lanjut, pihaknya saat ini akan berfokus pada pada solusi elektrifikasi yang lebih kompetitif, yang memang solusi tersebut paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini merupakan perubahan besar karena menandai berakhirnya produksi Wrangler 4xe dan Grand Cherokee 4xe serta Chrysler Pacifica Hybrid.
Tampaknya Dodge Hornet plug-in hybrid juga akan dihentikan produksinya, yang mungkin tidak terlalu mengejutkan mengingat Alfa Romeo Tonale yang serupa beralih ke mesin bensin saja untuk tahun 2026.
Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat
Meskipun Stellantis secara efektif menghentikan produksi mobil PHEV di Amerika Utara, alasannya kemungkinan melampaui sekadar penawaran dan permintaan. Meskipun demikian, Stellantis tidak menyerah pada elektrifikasi.
Justru sebaliknya, Jeep Cherokee yang didesain ulang hadir standar dengan mesin turbo 1,6 liter hybrid. Perusahaan ini juga sedang mengerjakan versi dengan jangkauan yang diperluas untuk Grand Wagoneer dan Ram 1500.
Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin
Seperti diketahui sebelumnya, model PHEV dari Jeep telah beberapa kali mengalami penarikan kembali terkait kebakaran, dan model-model baru ditahan karena adanya perintah penghentian penjualan. jk-09/dsy
Editor : Redaksi