SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Baru-baru ini hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Probolinggo mengakibatkan sebanyak 4 kecamatan dan 4 dinding rumah warga mengalami rusak. Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Bahkan, angin berputar merusak atap rumah warga dan menumbangkan sejumlah pohon di permukiman serta sepanjang jalan.
Melihat peristiwa tersebut, sejumlah warga tampak panik ketika angin kencang menyapu rumah-rumah dan membuat pohon tumbang. Desa Leces dan Desa Sumber Kedawung dilaporkan menjadi wilayah yang paling terdampak. Dan setelah angin mereda, warga bergotong royong memperbaiki atap rumah mereka yang rusak.
Baca juga: Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Atap Rumah Warga di Tulungagung Rusak
Sementara itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama dinas terkait, TNI, dan Polri langsung melakukan pembersihan material bangunan serta evakuasi belasan pohon tumbang di lokasi terdampak. Diantaranya di empat kecamatan, yakni Kecamatan Leces, Gending, Banyuanyar, dan Besuk.
Baca juga: Pemkab Probolinggo Komitmen Tekan Angka Stunting Lewat Gerakan ‘Jiwitan Si Manis’
"Puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Leces dan Desa Sumber Kedawung. Ada empat pohon tumbang yang menimpa empat rumah, serta empat rumah lainnya terdampak langsung angin puting beliung. Pohon tumbang juga terjadi di wilayah Banyuanyar, Besuk, dan Burumbungan Lor," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, Minggu (18/01/2026).
Perlu diketahui, sebagian besar pohon tumbang telah berhasil dievakuasi, meski masih ada satu titik yang membutuhkan penanganan teknis lanjutan dengan pengawalan petugas. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa.
Baca juga: Sejumlah Rumah di Situbondo Rusak Parah Diterjang Angin Puting Beliung
Meski demikian, warga mengalami kerugian material akibat kerusakan rumah dan fasilitas umum. BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang diperkirakan masih akan terjadi hingga 20 Januari 2026. pr-01/dsy
Editor : Redaksi