SURABAYAPAGI.COM, Solo - Jelang Menteri Kebudayaan Fadli Zon, datang, muncul Keributan di Keraton Solo, Minggu (18/1). muncul Keributan. Terjadi aksi saling dorong antar kedua kubu yang berseteru.
Keributan terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta. Gegeran ini melibatkan kubu Paku Buwono (PB) XIV (Mangkubumi) dan pihak PB XIV (Purbaya) yang dipicu oleh upaya pembukaan pintu Kori Gajahan.
Baca juga: Peringati 40 Hari Wafatnya Pakubuwono XIII dengan Fadli Zon, KGPH Puruboyo Absen
Ketua Eksekutif LDA, KPH Edy Wirabhumi, menjelaskan bahwa kedatangan Menbud Fadli Zon bertujuan untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK). SK tersebut menunjuk KGPH Tedjowulan sebagai pelaksana pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya nasional untuk Keraton Solo.
"SK Menteri Kebudayaan ini menunjuk KGPH Tedjowulan sebagai pelaksana. Jadi, Panembahan Agung Tedjowulan ditunjuk untuk pelaksana pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya nasional untuk Keraton Surakarta," ujar Edy kepada awak media di Keraton Solo, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Konflik Keraton Solo, Baru Berebut Tahta
Adu Mulut Para Abdi
keributan antara kubu Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi dan PB XIV Purbaya akhirnya mereda setelah kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Setelah pintu Wiworokenjo berhasil dibuka, ketegangan antara kedua kubu sempat melandai.
Namun, keributan kecil kembali terjadi di area Kori Gajahan yang melibatkan adu mulut di antara para abdi dalem dari kedua belah pihak.
Baca juga: Belum 40 Hari Wafat, Putra-Putra PB XIII, Berebut Tahta Keraton Solo
Kondisi berangsur-angsur tenang menjelang kedatangan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Keraton Solo. Pihak LDA, GKR Wandansari (Gusti Moeng), tampak mulai memasuki Sasana Parasdya. n bin/ad/rmc
Editor : Moch Ilham