SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Proses pergantian takhta kerajaan Keraton Kasunanan Solo atau Keraton Solo, Jawa Tengah kian memanas. Kedua putra raja, KGPAA Gusti Purboyo dan KGPH Hangabehi sama-sama mengklaim dirinya sebagai Pakubuwono (PB) XIV.
Peristiwa ini terjadi setelah raja sebelumnya, Paku Buwono (PB) XIII meninggal dunia pada Minggu (2/11/2025). Pasca hari itu, suksesi Keraton Solo tidak berjalan mulus dan kembali memunculkan dualisme kepemimpinan.
Hingga Minggu (16/11)!Keraton Kasunanan Surakarta resmi punya raja baru, yaitu Paku Buwono XIV Purbaya. Prosesi penobatan atau jumenengan Paku Buwono XIV sebagai raja baru dilakukan di Ndalem Ageng Probosuyoso yang berada di dalam kompleks keraton. Pro…
[09:23, 11/16/2025] Papa XL KHUSUS: (2)
Jadi mestinya tidak usah diperebutkan, akan tetapi sebaiknya dirembuk yang baik. Kemudian siapa yang duduk sebagai, kalau misalnya nanti jadi Rojo (raja) itu emang ‘neng dunyo’ (hanyalah di dunia).
“Nah, di akhirat (setelah wafat) itu nantinya tanggung jawab yang paling gede.” tegasnya lagi.
Namun, kalau mereka bersatu, kemudian menunjuk salah satu siapa yang berhak jadi raja (PB). Insyaallah harta kekayaan warisan para leluhur Kasunanan Surakarta dan Mataram Islam itu luar biasa. Karena tidak hanya di dalam negeri karena ada yang di luar negeri juga.
***
Daradjadi dalam artikel berjudul "Melawan Kolonialisme Melalui Modernisasi" yang terhimpun dalam Urip Iku Urub: Untaian Persembahan 70 Tahun Peter Carey (2019) menyebut jiwa bisnis Mangkunegara IV muncul karena melihat kebutuhan orang Belanda terhadap rumah sewa.
Pada masa kolonial, orang Belanda adalah para perantau yang hanya tinggal sementara untuk mencari nafkah di pulau Jawa. Sekalipun mampu membeli, mereka tidak mau membeli rumah. Pasalnya, jika harus mendadak pulang kampung ke Eropa, maka mereka akan dibuat repot memikirkan aset peninggalan di Jawa.
Alhasil, mereka lebih memilih untuk menyewa rumah. Dengan demikian kerugian pun dapat diminimalisir. Beranjak dari sini, Mangkunegara IV berniat mendirikan rumah-rumah sewa. Awalnya, dia membeli tanah kosong dan mengubahnya menjadi perumahan modern.
"Beliau lalu membeli sebidang tanah di wilayah yang dikenal dengan nama Pendrikan. Tanah dibagi menjadi beberapa kavling dan di atasnya didirikan perumahan dengan bangunan bercorak modern," tulis Daradjadi.
Selain properti, Raja Jawa itu juga bisnis tambak ikan bandeng. Dia menyulap tanah kosong dan mendirikan kolam untuk disewakan ke para petani. Meski begitu, properti dan tambak ikan, hanyalah bisnis kecil yang dimiliki pria asal Solo itu.
Diketahui, bisnis utama Mangkunegara IV adalah gula.
Sejarawan Wasino dalam Kapitalisme Bumiputera (2008) menyebut, dia mempunyai dua pabrik gula di Jawa yang bisa memproduksi ratusan ribu ton gula per tahun. Total keuntungan pun setara 1-1,5 ton emas. Jika dalam perhitungan masa kini, berarti keuntungan bisa setara Rp1 triliun
Semua keuntungan bisnis lantas mencatatnya sebagai orang terkaya Indonesia pada abad ke-19. Hartanya mencapai 25 juta gulden yang salah satunya diperoleh dari keuntungan bisnis sewa rumah. Semua harta tersebut menjadi pondasi kekayaan bagi Kesultanan Mangkunegaran dan bertahan 6 generasi sampai sekarang.
Selain properti, Raja Jawa itu juga bisnis tambak ikan bandeng. Dia menyulap tanah kosong dan mendirikan kolam untuk disewakan ke para petani. Meski begitu, properti dan tambak ikan, hanyalah bisnis kecil yang dimiliki pria asal Solo itu.
***
Dari sumber di Keraton, harta kekayaan Keraton Solo saat ini meliputi koleksi benda pusaka dan museum, pendapatan dari pariwisata (tiket masuk, pajak parkir, pajak belanja), serta aset properti yang dikelola. Secara historis, kekayaan keraton juga didapat dari bisnis perdagangan gula, dan secara lebih rinci, aset di masa lalu meliputi perkebunan, pabrik, perusahaan, dan rumah di berbagai kota seperti Semarang.
Harta kekayaan Keraton Solo. Keraton Surakarta Hadiningrat juga memiliki museum yang menyimpan koleksi benda pusaka, seperti gamelan, wayang, dan batik.
Keraton Solo mendapatkan pemasukan dari tiket masuk, pajak parkir, dan pajak belanja pengunjung.
Sementara aset yang dimiliki saat ini berupa properti di berbagai lokasi.
Terkait dengan Keraton Solo, Pura Mangkunegaran memiliki aset-aset seperti perkebunan kopi, pabrik beras, perusahaan kapuk dan kelapa, serta aset properti di Semarang.
Sengketa dua saudara ini mengulang kembali peristiwa raja kembar di Keraton Surakarta setelah Pakubuwana XII meninggal dunia pada 2004 silam.
***
Kini, takhta Keraton Surakarta Hadiningrat yang diperebutkan belum clear. Kedua putra Pakubuwana XIII yaitu KGPAA Hamangkunagoro alias KGPH Purboyo dan KGPH Hangabehi alias KGPH Mangkubumi sama-sama mengklaim sebagai pewaris takhta kerajaan
Kedua putra Pakubuwana XIII yaitu KGPAA Hamangkunagoro alias KGPH Purboyo dan KGPH Hangabehi alias KGPH Mangkubumi sama-sama mengklaim sebagai pewaris takhta kerajaan.
Sengketa dua saudara ini mengulang kembali peristiwa raja kembar di Keraton Surakarta setelah Pakubuwana XII meninggal dunia pada 2004 silam.
Klaim pertama datang dari putra bungsu Pakubuwana XIII, KGPH Purbaya. Ia mendeklarasikan diri sebagai penerus takhta Keraton Surakarta sesaat sebelum memberangkatkan jenazah ayahnya menuju Pajimatan Imogiri, Rabu (5/11).
Mangkubumi Pertanyakan Surat Wasiat Pakubuwono XIII
"Atas dasar surat tugas Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, saya, KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal, tahun Dal, 1950 atau tanggal 5 November 2025, hanglintir keprabon (mewarisi takhta) Keraton Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Pakubuwana XIV," ucap Purbaya di hadapan jenazah ayahnya.
GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, kakak tertua Pakubuwana XIV Purbaya, memastikan klaim Purbaya sah. Purbaya sudah diangkat menjadi putra mahkota dengan gelar KGP Adipati Anom Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram sejak 2022.
Tak hanya itu, Timoer mengklaim keluarga inti mendiang Pakubuwana XIII sudah sepakat mendukung Purbaya sebagai pewaris takhta di hadapan beberapa pejabat tinggi negara.
"Kan kami sudah bicara bahkan di hadapan Gubernur (Ahmad Luthfi), Bapak (Wali Kota Solo) Respati, dan Bapak (Wakil Presiden) Gibran," kata Timoer.
"Kami sudah bersepakat untuk Putra mahkota di mana di situ adalah Pangeran Adipati Anom Hamangkunagoro (Purbaya). Di situ saya sudah menyebutkan itu dan kami sudah sepakat," kata Timoer menceritakan isi pertemuan dengan sejumlah pejabat negara di Kamar Nyonya.
Pada Sabtu (15/11), SISKS Pakubuwana XIV Purbaya resmi mengumumkan dirinya sebagai raja Keraton Surakarta melalui upacara Jumenengan Dalem Binayangkare.
Upacara adat tersebut ditandai dengan pembacaan sumpah jabatan oleh Pakubuwana XIVPurbaya di Bangsal Manguntur Tangkil, Kompleks Sitihinggil KeratonSurakarta.
Namun klaim Purbaya terhadap takhta Keraton Surakarta mendapat penolakan dari sebagian keluarga Keraton. Mereka menganggap klaim Purbaya tidak sah karena belum mendapat persetujuan dari keluarga.
Mangkubumi bersama pendukung-pendukungnya juga mempertanyakan keabsahan surat wasiat mendiang Pakubuwana XIII. Mangkubumi mengaku pihaknya sama sekali tidak pernah melihat secara langsung surat tersebut.
"Sampai hari ini saya tidak diberi tahu wasiat Sinuhun (Pakubuwana XIII) itu seperti apa, jadi belum ada kesepakatan, belum diajak rembug," kata Mangkubumi.
Ia juga mengaku tidak pernah menyepakati penunjukan Purbaya sebagai pengganti ayahnya.
Menurut Mangkubumi, pertemuan di hadapan Gibran hanya membicarakan teknis persiapan pemakaman Pakubuwana XIII.
Hingga saat ini, pihak Pakubuwana XIV Mangkubumi belum mengambil langkah lebih jauh. Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) yang juga adik Pakubuwana XIII, GRAy Koes Moertiyah Wandansari mengatakan prosesi Jumenengan Dalem Pakubuwana XIV Mangkubumi akan digelar setelah masa berkabung.
"Kita tetap konsisten menunggu sampai masa berkabung selesai," kata Gusti Moeng, sapaan akrab Wandansari.
Dua anak laki-lakinya, KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan, sama-sama mengklaim sebagai pewaris takhta kerajaan dengan gelar SISKS Pakubuwana XIII.
Sengketa dua saudara itu pun berlangsung bertahun-tahun diwarnai pembelotan, pecah kongsi, hingga beberapa kali bentrok fisik antara kedua kubu.
Adik Paku Buwono XIII, GPH Surya Wicaksana atau Gusti Nenok mengatakan Paku Buwono XIII menikah tiga kali.
KGPH Mangkubumi atau Hangabehi merupakan putra tertua PB XIII dari pernikahannya yang kedua. Sedangkan KGPAA Hamangkunegoro atau KGPH Purbaya merupakan putra bungsu dari pernikahan PB XIII dengan GKR Paku Buwono.
***
Adik Paku Buwono XIII, GPH Surya Wicaksana atau Gusti Nenok mengatakan Paku Buwono XIII menikah tiga kali. Istri pertama yaitu Nuk Kusumaningdyah atau KRAy Endang. Keduanya berpisah sebelum PB XIII naik takhta.
Sedangkan KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram lahir dari pernikahan ketiga dengan Asih Winarni atau GKR Paku Buwono. KGPAA Hamangkunegoro lahir tanggal 26 September 2002.
"Pernikahan tersebut sebelum PB XIII diangkat sebagai raja Keraton Solo. Namun (GKR Paku Buwono) diangkat permaisuri 4 tahun yang lalu," terangnya.
Pernikahan tersebut sebelum PB XIII diangkat sebagai raja Keraton Solo. Namun (GKR Paku Buwono) diangkat permaisuri 4 tahun yang lalu," terangnya.
Sumber di Keraton Solo menyebut pengangkatan itu terjadi saat Keraton Kasunanan Surakarta menyelenggarakan upacara peringatan kenaikan takhta atau Tingalandalem Jumenengan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono (PB) XIII, pada Minggu (27/2) lalu.
Dalam peringatan kenaikan takhta yang ke-18 itu, PB XIII juga mengangkat putra mahkota.
Dalam salah satu prosesi itu, raja mengukuhkan istrinya sebagai permaisuri bergelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Paku Buwono sekaligus putra mereka satu-satunya, Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Purbaya, sebagai putra mahkota.
Itu catatan sejarah yang saya himpun. Piye toh? Hingga saya menulis catatan jurnalistik yang mencuat di publik baru berebut tahta, belum harta. Apalagi pamer wanita, 3 tha…! ([email protected])
Editor : Moch Ilham