Lewat Kawasan Manasik Haji, Pemkab Lumajang Kembangkan Wisata Religi Berbasis Edukasi

surabayapagi.com
Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri peringatan Isra Mi'raj sekaligus peresmian Mushola Al Hidayah dan jalan paving di Dusun Krajan RT 025 RW 008, Desa Tukum, Kecamatan Tekung. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai bagian dari visi jangka menengah daerah dalam mengembangkan wisata religi berbasis edukasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang merancang pembangunan kawasan manasik haji di kawasan Jalur Lingkar Timur (JLT) yang  dirancang tidak hanya untuk melayani calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar.

Selain itu, pembangunan kawasan manasik haji di kawasan Jalur Lingkar Timur (JLT) juga sekaligus mendongkrak destinasi wisata religi baru di Kabupaten Lumajang. Sementara itu, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan tahap awal berupa perencanaan desain dan penyiapan lahan di kawasan JLT.

Baca juga: Pasar Krai Ambruk, Pemkab Lumajang Gercep Relokasikan Sementara Pedagang

Bupati Lumajang, Indah Amperawati menjelaskan, untuk tahap perencanaan tersebut menjadi fondasi sebelum pembangunan fisik dilaksanakan pada tahun berikutnya, mengingat skala proyek yang cukup besar.

“Tahun ini kami mulai dari perencanaan desain dan penyiapan lahan. Setelah perencanaannya matang, pembangunan fisik direncanakan dimulai pada tahun berikutnya,” ujar Indah Amperawati, Senin (26/01/2026).

Baca juga: Perkuat Identitas Daerah, Pemkab Lumajang Angkat Pusaka Lewat Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara

Bupati menilai, keberadaan kawasan manasik haji memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan tiga dimensi, yakni religius, edukatif, dan ekonomi. Dari sisi keagamaan, fasilitas ini akan meningkatkan kualitas pembinaan calon jemaah. Dari sisi pendidikan, kawasan ini menjadi sarana pembelajaran ibadah bagi generasi muda. 

Sementara dari sisi ekonomi, pengembangan wisata religi diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal dan membuka peluang usaha masyarakat. Selain wisata alam, pemerintah daerah mulai mendorong hadirnya destinasi berbasis nilai budaya dan spiritual yang memiliki daya tarik berkelanjutan.

Baca juga: Pemkab Realisasi Pupuk Bersubsidi, Petani Tebu di Lumajang Sumringah

Sehingga, Pemkab Lumajang berharap kawasan manasik haji di JLT nantinya dapat menjadi ikon baru wisata religi daerah sekaligus pusat pembinaan ibadah yang representatif, baik dari aspek keagamaan, pendidikan, maupun pertumbuhan ekonomi daerah. lj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru