SURABAYAPAGI.com, Malang - Sejak awal Januari 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melaporkan adanya temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang awal sebaran kasus PMK tersebut muncul di wilayah Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru.
Diketahui, untuk temuan dua kasus PMK di Kota Malang menyerang sapi milik peternak dengan ciri-ciri mulut mengeluarkan air liur dan ditemukan luka pada kuku. Meski demikian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan menegaskan jika temuan dua kasus PMK tersebut telah ditangani dengan baik dan saat ini sudah dinyatakan sembuh.
Baca juga: Pemkot Malang Lelang 3.750 Pohon Hasil Penebangan Akibat Usia dan Kondisi Fisik
"Ada dua kasus, Alhamdullilah sudah berhasil ditangani dan sudah dinyatakan sembuh. Kasusnya di Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru," kata Slamet, Kamis (29/01/2026).
Lebih lanjut, temuan kasus PMK bisa tertangani dengan cepat karena tim dari Dispangtan setempat langsung mengambil tindakan intensif, dengan melakukan pemberian antibiotik dan vitamin pada hewan ternak yang terpapar penyakit itu.
Baca juga: Dongkrak Pilar Ekonomi Daerah, Wali Kota Malang Komitmen Perkuat Kesejahteraan Koperasi
Agar kejadian serupa tak terulang, Dispangtan Kota Malang mengintensifkan serangkaian upaya pencegahan, mulai dari penyemprotan cairan desinfektan di kandang ternak milik peternak hingga terus memastikan distribusi hewan ternak yang masuk ke wilayah setempat dipastikan telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Selain itu, pihaknya juga memaksimalkan penyuntikan vaksin anti PMK bagi sapi milik peternak. Dimana, Kota Malang telah menerima sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Sementara itu, terkait pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap. Apabila vaksin sudah habis Dispangtan Kota Malang akan mengajukan usulan pengalokasiaan vaksin tambahan ke Pemprov Jawa Timur.
Baca juga: Disnakkan Gencarkan Vaksinasi, Tekan Kenaikan Kasus Wabah PMK di Trenggalek
"Februari mulai dilakukan vaksinasi. Vaksin dari provinsi itu kan dibagi ke daerah lain di Jawa Timur," tuturnya. ml-02/dsy
Editor : Redaksi