SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Malam itu sungguh semarak, warga Desa Terung Wetan dan sekitarny berekreasi dan menikmati belanja aneka kebutuhan berbagai jajanan kuliner khas kampung di balik ramainya pengunjung pasar malam Desa Terung Wetan Kecamatan Krian. Rabu (28/1).
Boleh dikata terdapat peran vital gerak nafas ekonomi kerakyatan yang dimotori Ikatan Pedagang Pasar Malam (IPPM) Indonesia.
Perkumpulan para pedagang kaki lima ini sudah sejak lama gigih memperjuangkan kesejahteraan ekonomi rakyat kecil ditingkat perdesaan di wilayah Sidoarjo.
Baca juga: Komisi B Siap Selesai Kesulitan Pedagang kecil Yang Tergabung dalam IPPM
IPPM faktanya bukan hanya sebagai penyedia ruang, namun aksinya telah menjelma menjadi penggerak, pendamping, sekaligus pembimbing bagi para pelaku usaha kecil di akar rumput.
“Fokus utama kami adalah memperjuangkan ekonomi kreatif berbasis kerakyat." Ujar Abidin Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Malam saat gelar pasar malam dadakan di Desa Terung Wetan.
Setiap Rabu malam, sepanjang jalan depan Balai Desa Terung Wetan disulap menjadi pasar rakyat yang hidup—penuh semangat, kreativitas, dan transaksi ekonomi. Di sinilah para pelaku UMKM diberi panggung untuk unjuk gigi, mengenalkan dan memasarkan produk unggulan mereka kepada ribuan pengunjung.
Kepercayaan penuh ratusan pedagang kecil yang diberikan kepada IPPM dalam pengelolaan ekonomi kerakyatan hingga mampu menggeliat hidup kmenjadi bukti nyata reputasi dan dedikasi organisasi ini. Kolaborasi dengan berbagai komunitas mulai dari tukang parkir yang dikelolah Karang Taruna, Amal Jariyah dari pengelolah tempat ibadah, pihak keamanan dan Pemdes setempat menjadi strategi jitu dalam menciptakan suasana destinasi wisata desa yang kondusif dan menguntungkan semua pihak sebagai penyokong PAD desa.
Baca juga: HUT Ke-79 Megawati, DPC PDIP Sidoarjo Gelar Tanam Pohon Hingga Diroasting Anak-anak Muda
Kekurangan dari para pedagang yakni belum mempunyai tenda tenda berjualan yang bagus dan memadai, "Adanya tenda sangat kami butuhkan, kami ingin pemerintah membantu kami soal pengadaan tenda yang cukup bagus dan memadai." Keluh Abidin Ketua IPPM.
Keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan mereka, mulai dari pembinaan, kerjasama disetiap event event gelaran acara seremonial seperti event festival Jayandaru, festival Kota Tua, event Panen Karya dan masih banyak kegiatan yang melibatkan para pelaku UMKM agar lebih sejahtera.
Kehandalan pedagang IPPM saat ini justru menunjukkan kapasitas adaptasi luar biasa. Berbagai keadaan mereka lalui, tanpa tendapun mereka berdagang meski kadang cuaca tidak bersahabat.
Baca juga: Diduga Gelapkan Dana Desa Rp370 Juta, Pemuda Lira Laporkan Kades Mliriprowo ke Kejaksaan
Kadang pula tidak direstui oleh kepala desa untuk berdagang diwilayahnya, " Entahlah kenapa Kades Plumbungan tidak mengijinkan kami berdagang di wilayahnya." Keluh Abidin.
IPPM telah membuktikan dirinya sebagai pilar utama dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Sidoarjo. Komitmennya dalam memberdayakan UMKM, membina sinergi komunitas, serta menjaga keberlanjutan destinasi wisata pasar malam pedesaan menjadikan organisasi ini layak menjadi teladan. hdk
Editor : Redaksi