SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan dibahas?
Agenda tersebut dibenarkan Menteri Sosial sekaligus Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dia mengaku akan datang bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Baca juga: Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya
"Iya benar ada agenda tersebut, jam 14.00 WIB," kata Gus Ipul, Selasa (3/2/2026).
Padahal, sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mencopot Saifullah Yusuf dari jabatan Sekretaris Jenderal PBNU. Langkah itu diambil setelah evaluasi internal menunjukkan banyak tugas kesekretariatan tertunda. Kondisi itu terjadi karena sekjen tidak hadir langsung menjalankan fungsi harian selama setahun terakhir.
Keputusan itu diambil dalam Rapat Harian Tanfidziyah PBNU yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Rapat yang dipimpin oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf itu tidak dihadiri oleh Saifullah Yusuf atau kerap disapa Gus Ipul.
Gus Ipul belum mengetahui apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti.
"Dari Muhammadiyah akan hadir Prof Syafiq Mughni dan saya," ujarnya.
Baca juga: Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo
Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis mengatakan pertemuan itu kemungkinan akan membahas tentang bergabungnya Indonesia ke dewan perdamaian atau board of peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump.
"Yang sampai ke saya tentang BoP," kata Cholil lewat pesan singkat, Selasa (3/2).
Hal itu juga dikonfirmasi oleh Ketua PBNU Fahrur A. Rozi alias Gus Fahrur. Namun, ia sendiri tak mengetahui rinci apa yang akan jadi bahasan di pertemuan tersebut.
"Kurang paham, mungkin sekitar polemik BoP Palestina," ujar Gus Fahrur.
Baca juga: Prabowo Akui BUMN Pernah Dipimpin Akal-akalan
Keanggotaan Indonesia dalam BoP belakangan menuai pro kontra di tengah publik. Salah satunya karena Israel bergabung dalam BoP tersebut.
Prabowo sebelumnya juga pernah bertemu dengan ormas keagamaan pada Agustus 2025. Saat itu, ada 16 ormas keagamaan yang hadir.
"Kami berdialog dari hati ke hati memahami secara umum tapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi, khususnya hari-hari ini dan kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang," kata Gus Yahya dilihat di YouTube Setpres, Sabtu . n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham