Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah-Balai Desa di Pasuruan Rusak

surabayapagi.com
Kondisi puluhan bangunan di Pasuruan rusak diterjang angin kencang. SP/ PSR

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebanyak puluhan bangunan di Pasuruan, Jawa Timur rusak diterjang angin kencang. Bangunan yang rusak termasuk balai desa. Peristiwa tersebut terjadi Selasa (17/02/2026) sore. Saat itu, hujan lebat dan angin kencang sehingga menyebabkan bangunan rusak di bagian atap.

"Bangunan yang rusak tersebar Kecamatan Nguling dan Lekok," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Rabu (18/02/2026).

Baca juga: Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Tulungagung Alami Kerusakan Berat

Kejadian tersebut berada di Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling terdapat enam rumah dan balai desa yang rusak di bagian atap. Sedangkan di Lekok, terdapat 14 rumah juga rusak akibat angin kencang. "Data tersebut masih sementara, karena asesmen dan pendataan hari ini kami lakukan," jelas Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng meminta warga tetap waspada karena potensi bencana akibat hujan lebat dan angin kencang beberapa hari kedepan. Pihak menerjunkan Tim Reaksi Cepat ke lapangan.

Baca juga: Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

Untuk diketahui, di wilayah barat Kabupaten Pasuruan, banjir masih menggenangi rumah dan jalan di Desa Kedungringin dan Kedungboto, Kecamatan Beji. Ketinggian air di Desa Kedungboto berkisar 10-30 sentimeter. Sedangkan di Kedungringin, ketinggian air 30-80 sentimeter. 

“Genangan air tersebut juga dampak luapan air dari Sungai Wrati pasca hujan deras,” pungkas Sugeng.

Baca juga: BPBD Catat Puluhan Rumah Warga di Pamekasan Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Diketahui, sebanyak belasan rumah dan kantor desa mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. Laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, di Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling terdapat 6 rumah dan balai desa yang rusak di bagian atap. Sedangkan di Kecamatan Lekok, terdapat 14 rumah juga rusak akibat angin kencang. ps-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru