Dorong Perputaran Ekonomi, Pemkab Trenggalek Siapkan 2 Lokasi Berburu Takjil Selama Ramadhan

surabayapagi.com
Suasana aktivitas pedagang takjil di kawasan pusat kota Trenggalek, Jawa Timur. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Selama bulan Ramadhan 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, akan menyiapkan dua lokasi khusus berburu takjil sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dalam perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek Saniran mengungkap, untuk dua titik yang disediakan yakni kawasan Pasar Pon Trenggalek dan Alun-alun Trenggalek yang dinilai strategis karena berada di pusat kota serta didukung fasilitas parkir memadai.

Baca juga: Anggarkan DAK Rp6,8 Miliar: Pemkab Trenggalek Percepat Perbaikan Jalan Pandean-Malasan

Lebih lanjut, pihaknya juga menjelaskan keberadaan sentra takjil tersebut diharapkan menjadi momentum peningkatan omzet bagi pelaku UMKM selama bulan puasa. "Buka mulai hari pertama Ramadhan, dari pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB," jelasnya, Kamis (19/02/2026).

Meski demikian, pemerintah mengingatkan para pedagang agar menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama berjualan. Lanjut, untuk produk yang dipasarkan wajib halal, bersih, dan sehat serta tidak diperkenankan menjual barang terlarang.

Baca juga: Jaga Irigasi Pertanian, Pemkab Tulungagung Percepat Tangani Kerusakan Bendungan Pacar

Sedangkan untuk perlengkapan dagang seperti lapak dan gerobak tidak boleh ditinggalkan di lokasi setelah jam operasional berakhir. Selain itu, pengunjung diimbau membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Setelah jam operasional selesai, seluruh perlengkapan harus dibawa pulang," ujarnya.

Baca juga: Puncak Kemarau: Pemkab Trenggalek Gelar Tradisi Metri Bumi, Ajak Warga Jaga Sumber Air

Terkait retribusi, pedagang di Pasar Pon mengikuti ketentuan sesuai Peraturan Daerah, sedangkan pengelolaan di kawasan Alun-alun berada di bawah kewenangan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). Pemerintah daerah berharap keberadaan dua sentra takjil tersebut dapat memberikan dampak ekonomi positif. tr-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru