SURABAYAPAGI.com, Madiun - Setelah sempat terjadi insiden terbakarnya pasar tradisional Dungus di Desa Dungus, Kecamatan Wungu pada tahun 2022, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menambah jumlah kios dan los bagi pedagang pada proyek pembangunan Pasar tersebut, dari 36 unit dan los 256 unit, nantinya akan bertambah menjadi 44 kios dan 267 los untuk pedagang,
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis mengungkap jika pembangunan Pasar Dungus nantinya akan dibangun 2 lantai dengan fasilitas kios dan los yang lebih banyak. Selain itu juga terdapat fasilitas ruang Laktasi, ruang klinik, dan toilet.
Baca juga: Refleksi 1 Tahun, Bupati–Wakil Bupati Madiun Fokus Turunkan Kemiskinan
"Fasilitas di luar gedung juga terdapat mushala, toilet, TPA, dan Ipal. Sedangkan Lantai 2 memiliki fasilitas kios, los, juga zona foodcourt, serta kantor," jelasnya, Selasa (03/03/2026).
Baca juga: Mobil Kas Keliling Bank Madiun Permudah Akses Perbankan Bagi Masyarakat
Dalam proses pembangunan nantinya Bupati Madiun memberikan masukan agar jarak pasar dengan permukiman tidak terlalu dekat, selain itu pedagang los agar diberikan akses keluar masuk di area pasar agar pasar terlihat bersih dan tidak bau. Bupati juga berpesan untuk nama pasarnya, adalah "Pasar Dungus Bersahaja" sesuai dengan visi misi Kabupaten Madiun.
Seperti diketahui bangunan Pasar Dungus terbakar pada sekitar bulan September tahun 2022. Guna menampung para pedagang, Pemkab Madiun telah membangunkan pasar penampungan sementara di lokasi lain yang berjarak sekitar 1 kilometer dari bangunan lama tersisa setelah kebakaran.
Baca juga: Bahana Bersahaja di Bulakrejo, Pemkab Madiun Dorong Desa Mandiri dan Sejahtera
Setelah tiga tahun berselang, kini Pemkab Madiun berencana membangun pasar tersebut kembali guna memperlancar kegiatan perekonomian rakyat di wilayah setempat. md-02/dsy
Editor : Redaksi