Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu pengusaha kue Lebaran di Malang banjir pesanan. SP/ MLG

SURABAYAPAGI.com, Malang - Di momen bulan suci Ramadhan 2026 menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha kue kering di Kota Malang. Pasalnya, Hari Raya Idul Fitri tanpa kue lebaran tentunya belum lengkap. Sehingga, momen Ramadhan banyak masyarakat yang berbondong-bondong membeli hingga memesan kue lebaran.

Bahkan orderan kue tersebut masih terus berdatangan meski sudah hampir mendekati momen Lebaran. Seperti yang dirasakan oleh Hajar Marieta (27), pemilik usaha kue kering yang kebanjiran pesanan, menurutnya antusiasme pelanggan, baik wajah lama maupun baru sangat tinggi pada tahun ini.

Baca juga: Terkendala Masalah Teknis, Truk Sampah Keropos di Kota Malang Tetap Beroperasi - Berceceran di Jalan

"Alhamdulillah tahun ini ramai. Kita kan sudah buka dari enam tahun yang lalu, cuma sempat vakum dua tahun kemarin. Tahun ini buka lagi, antusiasnya teman-teman sama pelanggan yang dulu itu masih bagus," ujar Eta, Selasa (10/03/2026).

Baca juga: Berkah Ramadhan Menuju Lebaran, Tukang Servis Bedug Masjid Ponorogo Banjir Orderan

Sejak awal Ramadhan hingga saat ini, Eta sudah membuat ratusan toples kue kering ukuran 600 ml untuk memenuhi pesanan. Pesanan kue kering tersebut mayoritas berasal dari wilayah Malang Raya, tapi ada juga pelanggan yang berasal dari luar daerah, seperti ke Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Tangerang dengan cara dipaketkan lewat kargo.

Sementara itu untuk jenis kue yang diproduksi diantaranya beragam, mulai varian mulai dari nastar, kastengel, putri salju, hingga choco chip, menu sagu keju menjadi produk yang paling banyak diburu. Eta menjelaskan, sagu keju miliknya memiliki tekstur yang berbeda dibandingkan sagu pada umumnya.

Baca juga: Antisipasi Banjir saat Lebaran, DPRD Minta Pemkot Audit Rumah Pompa

Sedangkan menyoal harga, pihaknya mematok harga kuenya di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per toples ukuran 600 ml. Ia mengakui bahwa saat ini sejumlah bahan pokok sedang merangkak naik, tapi ia tetap berupaya memberikan harga yang kompetitif bagi pelanggannya. "Harganya menyesuaikan harga bahan baku ya, jadi sedikit ada kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Naiknya sekarang sekitar 5% an kalau diperkirakan," ungkapnya. ml-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Selasa, 03 Mar 2026 19:07 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Selasa, 03 Mar 2026 19:02 WIB
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Berita Terbaru