Pusat Jajanan di Nganjuk Mulai Diserbu Jelang Lebaran, per Hari Tembus 300 Pembeli

surabayapagi.com
Ilustrasi. Penjual jajanan di Pusat Nganjuk saat musim Lebaran banyak diburu pembeli. SP/ NGJ

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Menjelang momentum Lebaran 2026 yang tinggal menghitung hari menjadi berkah tersendiri bagi penjual UMKM jajanan Lebaran di Jalan Dermojoyo, Nganjuk yang kini mulai diserbu pembeli, bahkan sampai ada yang harus harus menunggu selama 35 menit hingga dipanggil.

Camelia, salah satu pembeli mengaku mendapat nomor antrean 30 mengaku jika jajanan di tempat tersebut selain harganya relatif murah, rasanya juga enak. "Tadi antre tiga puluh menitan terus dipanggil. Saya sudah langganan sih di sini. Setiap Lebaran pasti ke sini," tuturnya, Selasa (17/03/2026).

Baca juga: Dongkrak Pertumbuhan UMKM, Diskopindag Lumajang Gelar Bazar Murah Ramadhan Kareem

Sementara itu, Fenti Nurlina, penjual jajanan Lebaran menyampaikan, antrean pembeli sudah terjadi sejak H-10. Setiap tahunnya juga terjadi hal yang sama. Namun, tahun ini dia menerapkan nomor antrean pembeli. Bahkan, menurutnya sejak H-10 Lebaran lalu, tiap hari ada sekitar 250 sampai 300 pembeli yang mengantre di tokonya. Mereka berasal dari Nganjuk, bahkan luar kota.

Baca juga: Aktivitas Produksi Brem UMKM Madiun Tertunda Gegara Musim Hujan Berkepanjangan

"Karena tahun-tahun sebelumnya banyak yang bertengkar karena antrian, tahun ini kami sediakan nomor antrian, agar tertib. Selain eceran, kami juga menjual grosiran. Jadi rata-rata yang dari luar kota itu membeli grosiran. Untuk harga, per kilogram, antara Rp 20 ribu sampai Rp 90 ribu," jelasnya.

Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang

Lebih lanjut, Fenti mengaku telah membuka usaha jajanan Lebaran ini sejak 10 tahun lalu bersama suaminya, Panji Setiawan. Sedangkan untuk jajanan favorit yang setiap Lebaran diburu pembeli, Fenti menyebut ada usus hingga rambak. "Lebaran tahun ini sepertinya ada kenaikan pembeli, sekitar 50 persen. Saya kulakan jajanan ini, ada yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jawa Barat," ujarnya. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru