Viral! Gegara Tradisi Balon Udara, Rumah Warga Kota Blitar Nyaris Terbakar

surabayapagi.com
Foto tangkapan layar. Balon udara di Blitar jatuh ke rumah warga dan nyaris membakar. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Momen lebaran ketupat tak lepas dari tradisi musiman balon udara. Namun, pada momen kali dalam video berdurasi sekitar 20 detik yang viral di media sosial (medsos) menunjukkan rumah di Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar nyaris terbakar gegara balon udara tersebut yang jatuh di Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Sukorejo.

Dalam kutipan video tersebut, warga yang mengetahui hal tersebut gercep mengevakuasi dengan bergegas mengambil balon udara tersebut, agar tidak membakar rumah warga. Diduga balon udara tersebut bukan berasal dari wilayah hukum Polres Blitar Kota. Hal itu diketahui berdasarkan keterangan warga sekitar yang melakukan evakuasi balon udara tersebut.

Baca juga: Viral! Diduga Mudik Pakai Mobil Dinas ke Jombang, Pemkot Surabaya Tegaskan “Bukan Milik Kita”

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris T. Lalo membenarkan adanya laporan balon udara di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Pihaknya langsung mengamankan empat bagian bekas balon udara di TKP. Termasuk plastik berukuran besar dan tali pengikat. 

Baca juga: Gegara Ngaku Cucu Menteri, BGN Hentikan Sementara 2 Dapur MBG di Ponorogo

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang terjadi pada rumah warga tersebut. "Kami amankan empat bagian bekas balon udara. Anggota sudah langsung mendatangi lokasi dari laporan yang diterima tadi pagi," terangnya, Minggu (29/03/2026).

Baca juga: Sosok Haji Her 'Sultan Madura', Gelontorkan Zakat Rp 45 Miliar hingga Beri Santunan di 13 kecamatan Pamekasan

Diketahui, sebelumnya, pihaknya telah melakukan upaya antisipasi terhadap balon udara. Bahkan sejak sebelum Ramadhan hingga Lebaran. "Kami sudah mengupayakan antisipasi sejak sebelum Ramadan sampai dengan Lebaran, untuk larangan balon udara. Kemungkinan ini dari luar wilayah, namun kami tetap upayakan keamanan masyarakat," tandasnya. bl-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru