Arus Balik Lebaran, Penjualan Kawasan Pusat Oleh-oleh di Surabaya Melonjak 35 Persen

surabayapagi.com
Keramaian pengunjung saat membeli oleh-oleh khas surabaya di kawasan Genteng Besar. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Momentum arus balik Lebaran 2026 menjadi berkah cuan bagi para pelaku usaha oleh-oleh di Surabaya salah satunya yang berada di kawasan pusat oleh-oleh Genteng Besar. Dimana pengunjung dapat menemukan berbagai makanan khas, seperti krupuk dan kripik, pia, olahan ikan, sambel, pecel, serta camilan tradisional lainnya, Minggu (29/03/2026).

Tak perlu bingung mencari tempat pusat oleh-oleh khas Surabaya, di kawasan Jalan Genteng Besar Nomor 72-74, Genteng tersebut banyak ditemui berbagai toko yang menyediakan beragam jenis oleh-oleh. Bahkan, dikawasan tersebut diketahui dapat menampung ratusan produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: Masa Angkutan Lebaran Berakhir 1 April, KAI Daop 7 Madiun Sudah Layani 454.266 Pelanggan

Saat ini sekitar 300 hingga 400 UMKM menitipkan produknya di sana, tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, tetapi juga dari daerah lainnya seperti Solo, Jawa Tengah. Sementara itu, untuk peningkatan jumlah pengunjung mulai terlihat sejak hari ketiga Lebaran, bertepatan dengan arus balik. 

Baca juga: Antisipasi Kemacetan, Truk Dilarang Masuk Tol Surabaya-Gempong Saat Arus Balik Lebaran

Para pembeli didominasi warga luar kota yang kembali dari Surabaya dan menyempatkan diri berburu oleh-oleh. Meski tahun ini, kenaikannya hanya berkisar 25-30 persen dibandingkan momen Lebaran tahun lalu yakni 50 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk daya beli masyarakat yang cenderung menurun. Selain itu, perubahan kebiasaan belanja juga ikut mempengaruhi penjualan.

Di sisi lain, tren belanja oleh-oleh pada Lebaran tahun ini juga mengalami perubahan. Pasalnya, pembeli lebih memilih produk siap santap atau camilan instan dibandingkan produk mentah. Jenis seperti keripik, kue kering, hingga camilan ringan menjadi yang paling banyak diburu. Namun, di tengah tren camilan instan yang tahan lama, justru produk dengan masa simpan lebih singkat menjadi primadona tahun ini. 

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Tarif Tol Surabaya–Jakarta Tembus hampir Rp 1Juta

Lonjakan pengunjung saat arus balik juga sempat membuat beberapa stok produk ludes dalam waktu singkat. Beberapa jenis seperti spikoe dan camilan singkong bahkan habis dalam dua hingga tiga hari setelah toko kembali buka. Dengan kondisi ini, arus balik menjadi momen penting bagi perputaran penjualan. sb-04/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru