Dinas Pertanian Catat Serapan Pupuk Subsidi di Tulungagung Tembus 30 Persen

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani saat menebar pupuk ke lahan padi miliknya. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Per triwulan I 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung mencatat serapan pupuk subsidi telah mencapai sekitar 30 persen dari total alokasi, dengan mayoritas diserap petani padi yang memasuki masa tanam. Kelima jenis pupuk subsidi dari Pemerintah Pusat tersebut diantaranya, urea, NPK, NPK formula khusus, ZA, dan pupuk organik.

“Alokasi pupuk subsidi terbesar adalah urea dan NPK karena mayoritas petani di Tulungagung menanam padi dan jagung,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto, Senin (30/03/2026).

Baca juga: Dinas Pertanian Catat Produksi Beras di Tulungagung 2025 Alami Surplus Puluhan Ribu Ton

Berdasarkan data, pihaknya merinci untuk total alokasi pupuk subsidi 2026 mencapai 48.026,83 ton, terdiri atas urea 25.554 ton, NPK 22.736 ton, NPK formula khusus 0,18 ton, serta ZA dan organik 328,65 ton. Dan hingga akhir triwulan I, serapan pupuk urea tercatat 7.448 ton atau sekitar 30 persen dari total alokasi, sedangkan pupuk NPK terserap 6.036 ton atau sekitar 26 persen.

“Serapan pupuk subsidi cukup baik pada triwulan pertama dan tidak ada kendala berarti di lapangan,” ujar dia.

Baca juga: Dinas Pertanian Catat Serapan Pupuk Subsidi Tulungagung Capai 90 Persen

Lebih lanjut, menurutnya terkait tingginya serapan tersebut didorong aktivitas tanam petani padi yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah. Meski demikian, serapan pupuk organik masih cenderung rendah, mengacu pada realisasi tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 32 persen dari total alokasi.

“Kondisi itu karena sebagian petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri,” katanya.

Baca juga: Dinas Pertanian Tulungagung Catat Produksi Padi MT-1 Surplus 70 Ribu Ton

Sehingga, menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pertanian Tulungagung menargetkan penyaluran pupuk subsidi 2026 dapat terserap optimal hingga 100 persen, dengan tetap mengantisipasi rendahnya minat terhadap pupuk organik. tl-03/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru