SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai upaya menjaga stok suplai bahan pokok (Bapok), sebanyak dua koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) di Kabupaten Tulungagung, bersiap akan menggandeng Perum Bulog, dimana kerja sama tersebut telah berjalan melalui skema Rumah Pangan Kita (RPK).
Sementara itu, untuk suplai bahan pokok tersebut, terutamanya yakni beras dan minyak goreng. Selain itu, kedua KDKMP tersebut juga menyerap produk komersial Bulog seperti beras premium, minyak goreng premium, dan gula.
Baca juga: Rehabilitasi Jembatan Junjung Tulungagung Ditargetkan Rampung Desember 2026
"Ada dua KDKMP yang sudah bekerja sama dengan kami dan sampai sekarang masih berjalan. Mereka rutin mengambil komoditas seperti beras SPHP dan minyak goreng MinyaKita," ujar Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan, Selasa (07/04/2026).
Baca juga: Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen
Menurutnya, pola kemitraan yang digunakan mengacu pada skema Rumah Pangan Kita (RPK), di mana KDKMP berperan sebagai outlet binaan sekaligus mitra distribusi Bulog. Setiap bulan, kedua KDKMP tersebut secara konsisten melakukan pemesanan kebutuhan pokok untuk memenuhi permintaan masyarakat. Meski jumlah KDKMP di Tulungagung terus bertambah, hingga saat ini belum ada tambahan koperasi lain yang menjalin kerja sama serupa.
"Kami sudah mendapatkan data KDKMP yang ada dan menawarkan kerja sama. Tinggal menunggu realisasinya," ujarnya.
Baca juga: Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI
Yonas menilai, keberadaan dua KDKMP yang telah bermitra menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat distribusi pangan di tingkat desa dan kelurahan. Ia berharap ke depan lebih banyak KDKMP yang terlibat sehingga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok semakin mudah dan merata. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Tulungagung. tl-01/dsy
Editor : Redaksi